SUBANG, EKOIN.CO – Pabrik mobil listrik milik BYD di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, dipastikan mulai beroperasi pada awal 2026 sesuai jadwal. Pembangunan fasilitas ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti, sehingga proses produksi direncanakan dimulai tepat waktu.
[Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v]
Head of PR and Government Relation PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Agustus 2025, semua tahapan konstruksi masih berada pada jalur perencanaan. “Awal tahun 2026 dijadwalkan mulai melakukan perakitan di dalam negeri,” ujarnya.
Luther menambahkan, BYD belum mengumumkan secara rinci model mobil listrik yang akan dirakit di pabrik Subang. Namun, beberapa nama seperti Atto 1, Dolphin, Atto 3, Sealion 07, Seal, hingga Denza disebut memiliki peluang untuk diproduksi.
Model Mobil Listrik Lokal Masih Dirahasiakan
Meski publik penasaran, BYD memilih untuk mengungkap daftar resmi model produksi lokal pada waktunya nanti. Menurut Luther, faktor penentuan bukan semata model, melainkan kapasitas baterai yang digunakan.
“Kalau modelnya apa saja nanti akan kita informasikan, tapi yang jelas dari yang ada sekarang ini semuanya punya potensi, karena hitungannya itu bukan dari model, tapi mengacu pada kapasitas baterai dari mobilnya,” jelas Luther saat media test drive Atto 1 di Yogyakarta, Kamis (14/8/2025).
Kehadiran pabrik mobil listrik BYD di Indonesia diharapkan dapat memperluas pasar dan memperkuat ekosistem kendaraan ramah lingkungan. BYD juga menegaskan komitmennya mendukung transisi menuju transportasi rendah emisi.
Dampak Ekonomi dan Tenaga Kerja
Mengutip laman resmi Badan Penghubung Pemprov Jabar, pabrik BYD akan merekrut sekitar 18.000 tenaga kerja. Perekrutan besar-besaran ini diyakini akan menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari sektor perumahan, perdagangan, hingga jasa pendukung industri.
Fasilitas produksi berdiri di atas lahan seluas lebih dari 108 hektare, menjadikannya salah satu pabrik mobil listrik terbesar di Indonesia. Dengan investasi ini, BYD berharap menciptakan ribuan lapangan kerja langsung maupun tidak langsung, serta mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar kawasan industri.
Pemerintah daerah pun menyambut positif proyek ini, melihat peluang besar untuk mempercepat alih teknologi dan peningkatan keahlian di bidang manufaktur kendaraan listrik. Transfer teknologi ini diharapkan memicu kemunculan industri pendukung di tanah air.
Pabrik di Subang juga diproyeksikan menjadi pusat distribusi strategis untuk pasar domestik dan ekspor, memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi mobil listrik di Asia Tenggara.
Langkah BYD membangun fasilitas ini sejalan dengan target pemerintah untuk memperbanyak kendaraan listrik di jalan raya, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mendukung target net-zero emission pada 2060.
Kolaborasi antara produsen, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan keberhasilan proyek ini. Keberadaan pabrik akan memperluas rantai pasok baterai, komponen, dan teknologi pendukung lainnya.
Pihak BYD memastikan bahwa selain membangun fasilitas produksi, mereka juga akan menyiapkan program pelatihan bagi tenaga kerja lokal agar mampu menguasai teknologi perakitan mobil listrik modern.
Jika seluruh rencana berjalan mulus, awal 2026 akan menjadi tonggak penting bagi industri otomotif Indonesia, di mana produk mobil listrik rakitan dalam negeri mulai mengaspal di jalanan.
- Pabrik BYD di Subang dipastikan beroperasi awal 2026 sesuai jadwal.
- Model yang akan diproduksi belum diumumkan, namun sejumlah tipe populer berpeluang dirakit.
- Investasi besar ini membuka 18.000 lowongan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.
- Keberadaan pabrik mendorong transfer teknologi dan penguatan ekosistem mobil listrik.
- Proyek ini sejalan dengan visi pemerintah menuju transportasi rendah emisi.
- Pemerintah perlu memaksimalkan insentif untuk mendorong investasi lanjutan di sektor kendaraan listrik.
- BYD disarankan menggandeng universitas dan lembaga pendidikan vokasi untuk menyiapkan SDM berkualitas.
- Masyarakat dapat memanfaatkan peluang kerja dan bisnis dari kehadiran pabrik ini.
- Industri lokal harus memperkuat kemampuan produksi komponen pendukung mobil listrik.
- Diperlukan sosialisasi masif tentang manfaat kendaraan listrik agar adopsi pasar lebih cepat.
( * )
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
.