Jakarta,EKOIN.CO- Timnas Indonesia batal menjalani laga uji coba melawan Kuwait yang sedianya digelar pada 5 September 2025 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Keputusan mundurnya Kuwait dari pertandingan persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2026 itu langsung mendapat perhatian serius dari PSSI, yang kini berencana melaporkannya ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
[Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v]
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan kekecewaannya atas keputusan mendadak dari Kuwait. Ia menilai persiapan Indonesia terganggu karena laga uji coba ini sudah disusun jauh-jauh hari, bahkan tiket pertandingan sudah dijual kepada publik.
Menurut Erick, Indonesia memang menargetkan laga melawan Kuwait dan Lebanon sebagai tolok ukur menghadapi lawan kuat dari Timur Tengah. Rencana itu diatur agar Timnas bisa mengukur kemampuan menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Laporan ke AFC soal Batalnya Pertandingan
Erick menjelaskan, pihaknya tidak hanya kecewa tetapi juga merasa dirugikan secara materiil akibat pembatalan ini. Oleh sebab itu, PSSI telah melayangkan surat protes resmi kepada federasi Kuwait dan akan membawa persoalan ini ke AFC.
“Kami tentu sangat menyesal karena sudah jauh-jauh hari. Semua sudah terkunci. Kami punya planning melawan tim Timur Tengah, Kuwait dan Lebanon. Awalnya kami juga boleh bertafsir buruk ya. Ini ada sabotase apa lagi mau uji coba saja susah sekali gitu,” ujar Erick di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Ia menambahkan bahwa Kuwait juga mundur dari beberapa turnamen lain, sehingga besar kemungkinan keputusan itu dipicu masalah internal mereka. Meski demikian, Erick menegaskan PSSI tidak ingin berspekulasi terlalu jauh.
“Tapi kembali kalau kita lihat rupanya Kuwait juga mundur dari turnamen yang lain. Nah itu yang mungkin ada isu internal saya tidak mau menuduh. Tetapi kami sudah melayangkan surat keras kepada Kuwait. Dan kita tidak tahu baru beberapa hari persiapan sudah siap. Nah kita juga akan melaporkan ke AFC,” tambahnya.
Langkah ke AFC dianggap penting untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali mengganggu agenda Timnas Indonesia ke depan. Apalagi, pembatalan mendadak ini berpotensi merugikan banyak pihak, termasuk penonton yang sudah membeli tiket.
Cari Lawan Tanding Pengganti untuk Persiapan
Meski kecewa, PSSI tidak tinggal diam. Erick memastikan federasi sepak bola nasional sedang berupaya mencari lawan pengganti agar persiapan Timnas Garuda tidak terganggu.
“Ya, pasti ada (kerugian). Makanya kami berupaya mencari lawan tanding. Ya ini lagi usaha, sabar dulu (untuk alternatif lawan),” kata Erick.
Rencana awalnya, Indonesia menghadapi Kuwait pada 5 September dan Lebanon pada 8 September. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Dengan mundurnya Kuwait, opsi hanya menyisakan Lebanon.
Saat ditanya mengenai kemungkinan mengganti lawan dengan Yordania, Erick langsung menepis. Menurutnya, Yordania tidak memungkinkan karena sudah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026.
“Yordania enggak bisa, mereka sudah lolos ke Piala Dunia,” tegasnya.
PSSI kini berpacu dengan waktu untuk menemukan lawan yang sepadan. Hal ini penting agar Timnas tetap bisa mendapatkan atmosfer pertandingan kompetitif sebelum menghadapi lawan berat di ajang resmi.
Situasi ini menjadi perhatian publik sepak bola nasional. Banyak pihak berharap PSSI mampu segera menemukan solusi agar momentum persiapan Timnas tidak hilang begitu saja.
Pembatalan mendadak oleh Kuwait juga menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya mengantisipasi risiko dalam setiap perencanaan pertandingan internasional. Ke depan, PSSI diharapkan menyiapkan lebih dari satu opsi lawan agar persiapan tetap berjalan meski ada kendala.
Kejadian ini sekaligus mengingatkan bahwa agenda FIFA Matchday tidak hanya soal pertandingan, tetapi juga berkaitan dengan kepentingan federasi, sponsor, dan dukungan suporter. Transparansi komunikasi dan kepastian dari lawan menjadi kunci keberhasilan persiapan Timnas.
Kini, fokus utama PSSI adalah memastikan laga uji coba melawan Lebanon tetap berjalan sesuai jadwal. Pertandingan tersebut akan menjadi satu-satunya kesempatan Timnas untuk menguji kekuatan sebelum masuk ke kompetisi resmi.
Meski demikian, federasi optimistis bahwa skuad Garuda tetap bisa menjaga performa, mengingat mayoritas pemain saat ini tengah berada dalam kondisi prima. PSSI juga terus menjalin komunikasi dengan pelatih dan staf untuk mengatur strategi terbaik.
Kehadiran suporter di Stadion Gelora Bung Tomo diyakini akan memberi energi tambahan bagi para pemain. Dukungan langsung dari publik dianggap penting untuk menjaga motivasi meski rencana awal tidak berjalan mulus.
Pada akhirnya, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sepak bola selalu penuh dinamika. Kesiapan menghadapi perubahan mendadak menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas persiapan Timnas.
(*)
🔵 Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v