JAKARTA, EKOIN.CO – Toyota, pabrikan otomotif asal Jepang yang telah puluhan tahun merakit kendaraan di Indonesia, mengingatkan potensi risiko yang dihadapi industri otomotif dalam negeri akibat meningkatnya impor mobil, khususnya kendaraan listrik dari China dengan harga lebih murah. Peringatan ini disampaikan oleh Marketing Planning General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Resha Kusuma Atmaja, yang menilai fenomena tersebut bisa memengaruhi keberlangsungan ekosistem otomotif nasional.
(Baca Juga : Industri Otomotif Terancam Impor Mobil)
Menurut Resha, jika tren impor kendaraan berlangsung terus-menerus, dampak jangka panjangnya adalah penurunan permintaan terhadap kendaraan rakitan lokal. Hal ini berpotensi menurunkan penyerapan tenaga kerja serta menghambat perkembangan rantai pasok industri otomotif Indonesia.
Ancaman terhadap industri otomotif lokal
“Kalau segala sesuatunya hanya impor maka akan ada risiko di bisnis industri otomotif Indonesia,” kata Resha. Ia menegaskan bahwa industri otomotif nasional bukan sekadar soal penjualan mobil, tetapi juga menyangkut kesejahteraan pekerja, pemasok, dan mitra industri lainnya.
(Baca Juga : Strategi Toyota dan Persaingan Pasar)
Toyota telah berinvestasi besar di Indonesia, dengan nilai mencapai Rp100 triliun. Investasi ini digunakan untuk mengembangkan fasilitas produksi, riset, serta inovasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Meski menghadapi tekanan dari merek-merek asing, terutama yang menawarkan harga lebih rendah, Toyota tetap berupaya mempertahankan posisinya.
Strategi Toyota hadapi persaingan
Sebagai bagian dari strategi, Toyota terus melakukan inovasi dan adaptasi terhadap tren pasar. “Pastinya, kita harap di Toyota melihatnya sebagai suatu yang positif. Kita juga berstrategi, bagaimana kita berinovasi, berkembang, bisa selalu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Resha.
Persaingan di industri otomotif semakin ketat dengan masuknya berbagai merek baru yang menawarkan teknologi mutakhir dan harga kompetitif. Namun, Toyota percaya bahwa kekuatan merek, jaringan layanan purna jual, dan kualitas produk menjadi modal penting untuk tetap bertahan.
(Baca Juga : Otomotif Indonesia di Tengah Gempuran Impor)
Selain itu, Toyota juga mengedepankan strategi lokal, termasuk mengoptimalkan pemasok komponen dari dalam negeri untuk mendukung ekonomi lokal dan memperkuat daya saing industri nasional. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen dan keberlangsungan industri otomotif di Indonesia.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v