EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Wacana Penggabungan Kementerian BUMN ke Danantara

Wacana Penggabungan Kementerian BUMN ke Danantara

Wacana penggabungan Kementerian BUMN ke Danantara semakin menguat di tengah evaluasi efisiensi tata kelola. Fungsi kementerian dinilai sudah dijalankan langsung oleh Danantara.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
22 September 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Wacana penggabungan Kementerian BUMN ke dalam Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mencuat dan mulai menjadi perhatian publik. Ide ini dikaji pemerintah dengan alasan efisiensi dan efektivitas tata kelola badan usaha milik negara yang dinilai semakin kompleks. Dalam diskusi publik, para pengamat menilai langkah tersebut berpotensi membawa perubahan besar terhadap arah kebijakan pengelolaan BUMN di Indonesia.

Ikuti berita terbaru di WA Channel EKOIN

Pengamat BUMN dari NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, menilai keberadaan Kementerian BUMN saat ini sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. Ia menegaskan bahwa fungsi utama kementerian dalam membina dan mengelola perusahaan negara kini sudah dijalankan langsung oleh Danantara.

“Menurut saya, bukan penggabungan yang harus dilakukan, tetapi pembubaran Kementerian BUMN karena fungsi-fungsinya sudah dialihkan dan dijalankan oleh Danantara,” ujar Herry Gunawan.

Efisiensi dan Struktur Baru Danantara

Pemerintah melalui berbagai kementerian teknis menilai Danantara memiliki peran yang semakin strategis. Lembaga tersebut dibentuk untuk mengelola aset strategis negara, termasuk investasi BUMN lintas sektor. Dalam praktiknya, kewenangan yang dimiliki Danantara kerap bersinggungan dengan fungsi Kementerian BUMN.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Jika penggabungan benar terjadi, maka struktur kelembagaan pemerintah akan lebih ramping. Tugas koordinasi yang sebelumnya terbagi antara Kementerian BUMN dan Danantara akan difokuskan ke satu lembaga. Hal ini dianggap dapat mempercepat pengambilan keputusan strategis, khususnya terkait investasi dan pengelolaan aset negara.

Menurut catatan, Danantara telah mengelola portofolio besar BUMN di bidang energi, transportasi, hingga infrastruktur. Dengan mandat langsung dari presiden, lembaga ini punya akses cepat untuk mengatur strategi investasi jangka panjang. Kondisi ini membuat fungsi pembinaan BUMN melalui kementerian semakin berkurang urgensinya.

Kritik dan Pandangan Alternatif

Meski ada pihak yang mendukung, sebagian kalangan menilai penggabungan Kementerian BUMN ke Danantara tidak boleh dilakukan terburu-buru. Penggabungan memerlukan payung hukum yang jelas, termasuk revisi undang-undang yang mengatur peran kementerian.

Sejumlah pakar hukum tata negara menilai, penghapusan kementerian hanya dapat dilakukan melalui keputusan politik besar. Mereka menekankan perlunya kajian mendalam agar perubahan struktur kelembagaan tidak menimbulkan masalah administratif maupun hukum di kemudian hari.

Di sisi lain, terdapat pula pandangan bahwa eksistensi Kementerian BUMN masih dibutuhkan sebagai jembatan politik. Kehadiran kementerian dinilai penting untuk memastikan akuntabilitas publik, karena lembaga tersebut langsung bertanggung jawab kepada DPR dalam rapat kerja tahunan.

Kendati demikian, para pendukung integrasi menilai Danantara lebih profesional dalam mengelola BUMN karena berorientasi pada hasil investasi. Dengan pendekatan korporasi, lembaga ini dianggap lebih adaptif menghadapi dinamika global.

Pemerintah sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal maupun mekanisme penggabungan. Namun, isu ini disebut akan masuk dalam agenda reformasi birokrasi tahap berikutnya.

Sebagian analis menyebut, bila penggabungan terealisasi, maka Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan model pengelolaan BUMN paling sederhana di kawasan Asia Tenggara.

Dalam konteks global, tren pengelolaan perusahaan negara memang bergerak menuju konsolidasi. Beberapa negara memilih membentuk sovereign wealth fund atau lembaga investasi nasional untuk mengambil alih fungsi kementerian yang mengurus perusahaan negara.

Herry Gunawan menekankan bahwa langkah ini tidak semata soal efisiensi, tetapi juga transformasi struktural. “Keberadaan Danantara membuktikan bahwa negara sudah memilih jalur baru dalam mengelola BUMN,” katanya.

Dengan dinamika yang berkembang, diskursus penggabungan Kementerian BUMN ke Danantara diperkirakan akan terus berlanjut hingga pemerintah memberikan sikap resmi.


Wacana penggabungan Kementerian BUMN ke Danantara memperlihatkan arah baru pengelolaan perusahaan negara.

Keberadaan Danantara yang semakin dominan membuat fungsi Kementerian BUMN dinilai tidak lagi efektif.

Meski menuai dukungan, rencana ini juga menghadapi tantangan hukum dan politik.

Pemerintah diminta berhati-hati agar penggabungan tidak menimbulkan masalah administratif.

Transformasi kelembagaan ini berpotensi membawa Indonesia menuju model pengelolaan BUMN yang lebih modern. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: BUMNDanantaraefisiensiinvestasikementerianpenggabungan
Post Sebelumnya

Airlangga Tekankan Sains Teknologi Dorong Ekonomi

Post Selanjutnya

Daihatsu Ajak Awak Media Uji Coba Rocky e-Smart Hybrid

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Daihatsu Ajak Awak Media Uji Coba Rocky e-Smart Hybrid

Daihatsu Ajak Awak Media Uji Coba Rocky e-Smart Hybrid

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.