Jakarta, EKOIN.CO – Kebakaran rumah bisa terjadi kapan saja dan menjadi momok menakutkan bagi banyak orang. Namun, menurut para ahli, panik justru menjadi musuh utama saat menghadapi situasi tersebut. Kunci utama adalah bertindak cepat dan tepat dengan strategi yang terencana untuk atasi kebakaran. Edukasi dan kesiapan diri menjadi benteng pertama yang paling efektif dalam meminimalkan risiko dan kerugian.
Kejadian kebakaran seringkali dipicu oleh kelalaian manusia, seperti lupa mematikan kompor, korsleting listrik, atau penggunaan lilin yang sembarangan. Momen krusial saat api baru muncul seringkali disia-siakan karena kepanikan. Padahal, pada fase inilah api masih bisa dikendalikan sebelum menyebar dan menjadi lebih besar.
Menurut Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, “Tindakan cepat dan tepat sangat penting saat awal kebakaran terjadi. Jangan panik, fokus untuk memadamkan api jika masih kecil dan segera minta bantuan jika api sudah membesar.” Ia juga menekankan pentingnya memiliki alat pemadam api ringan (APAR) di setiap rumah.
Strategi Cepat Tanggap Atasi Kebakaran
Saat api mulai muncul, hal pertama yang harus dilakukan adalah menilai situasinya. Jika api masih kecil, misalnya pada panci yang terbakar, jangan siram dengan air. Air dapat memperparah kebakaran yang disebabkan oleh minyak. Sebaliknya, tutup panci tersebut dengan penutup atau kain basah untuk memutus pasokan oksigen. Strategi ini seringkali lebih efektif dan aman.
Namun, jika api berasal dari korsleting listrik, hal pertama yang harus dilakukan adalah memutus aliran listrik. Cabut steker atau matikan sakelar utama di meteran listrik. Penggunaan air untuk memadamkan api akibat korsleting juga sangat berbahaya karena bisa menimbulkan sengatan listrik.
Untuk api yang lebih besar, gunakan alat pemadam api ringan (APAR). Pastikan Anda tahu cara menggunakannya dengan benar. Ingatlah rumus PASS: Pull the pin (tarik pin), Aim at the base of the fire (arahkan ke pangkal api), Squeeze the handle (tekan tuas), dan Sweep from side to side (sapukan dari sisi ke sisi).
Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
Selain memiliki alat pemadam, pencegahan menjadi langkah paling krusial. Selalu periksa kondisi instalasi listrik secara berkala. Hindari penggunaan steker tumpuk atau kabel yang sudah usang. Kebiasaan sederhana ini dapat mencegah banyak kasus kebakaran akibat korsleting.
Perhatikan juga penggunaan alat-alat elektronik. Jangan biarkan pengisi daya ponsel tercolok semalaman. Pastikan kompor gas dalam keadaan mati setelah selesai memasak dan letakkan benda-benda yang mudah terbakar, seperti kain atau kertas, jauh dari sumber api.
Penting juga untuk merencanakan jalur evakuasi bersama anggota keluarga. Jika api tidak bisa dipadamkan, utamakan keselamatan diri dan keluarga. Segera keluar dari rumah, pastikan semua orang sudah dievakuasi, dan hubungi pemadam kebakaran. Jangan kembali ke dalam rumah untuk mengambil barang-barang berharga, karena nyawa jauh lebih penting.
Edukasi mengenai cara atasi kebakaran seharusnya menjadi bagian dari pengetahuan dasar setiap keluarga. Pelatihan sederhana, seperti penggunaan APAR atau simulasi evakuasi, dapat membuat penghuni rumah lebih siap dan tenang saat menghadapi situasi darurat. Dengan persiapan yang matang, kepanikan bisa dihindari, dan kerugian bisa diminimalisasi.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v