Jakarta, Ekoin.co – Kericuhan terjadi di sekitar markas Brimob Kwitang pada Kamis malam hingga Jumat pagi, 28-29 Agustus 2025. Massa ojek online mengepung markas Brimob setelah seorang pengemudi ojek online bernama Affan tertabrak kendaraan taktis Rantis Rimueng saat aksi demonstrasi di DPR, Pejompongan. Peristiwa itu memicu ketegangan berkepanjangan hingga berujung pengrusakan fasilitas publik di sekitar lokasi.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Massa Mengepung Markas Brimob
Kericuhan bermula ketika Rantis Rimueng melintas di tengah aksi massa di kawasan Pejompongan pada Kamis malam. Affan, pengemudi ojek online, dilaporkan tertabrak kendaraan tersebut dan insiden itu memicu kemarahan rekan-rekan seprofesinya. Mereka kemudian melakukan pengejaran terhadap Rantis Rimueng hingga masuk ke markas Brimob di Kwitang.
Hingga Jumat pagi pukul 09.30 WIB, ribuan massa masih mengepung markas Brimob. Menurut pantauan di lokasi, barisan aparat bersenjata tampak memperketat penjagaan. Sementara itu, massa ojek online menuntut agar pelaku pengemudi Rantis yang menabrak Affan segera dihadirkan di depan umum.
Salah satu pendemo menegaskan kepada tim EKOIN.CO, “Kami hanya ingin keadilan. Pengemudi yang melindas saudara kami harus bertanggung jawab. Jangan hanya diam di dalam markas.”
Aksi massa semakin tegang ketika tuntutan tersebut tidak direspons oleh pihak Brimob. Sejumlah kursi bekas bahkan dibakar di tengah jalan oleh demonstran sebagai bentuk protes. Beberapa fasilitas umum di sekitar markas juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Situasi sempat tidak terkendali, namun aparat tetap bertahan di balik pagar markas. Meski begitu, negosiasi dengan massa belum menemukan titik terang.
TNI Turun Menengahi
Ketegangan baru mereda ketika sejumlah rombongan TNI tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang perwira TNI berpangkat bintang satu, NAS, menemui langsung para pengunjuk rasa. Ia menyampaikan bahwa seluruh anggota yang berada di dalam Rantis Rimueng telah diserahkan ke Polres untuk diperiksa lebih lanjut.
Dalam dialognya, NAS mengatakan, “Kami memastikan proses hukum berjalan. Semua anggota yang ada di dalam kendaraan sudah diserahkan ke pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan.”
Namun massa masih menuntut agar identitas pengemudi Rantis segera diumumkan. Mereka juga meminta agar rekan-rekan ojek online yang ditangkap dalam kericuhan aksi DPR sebelumnya segera dibebaskan.
Setelah negosiasi berlangsung cukup lama, NAS akhirnya menyetujui permintaan massa. Ia menegaskan bahwa pihak TNI akan mengawal proses hukum terhadap pengemudi Rantis dan memastikan pembebasan sejumlah pengemudi ojek online yang diamankan.
Sikap tegas namun persuasif tersebut mendapat sambutan positif dari massa. Para demonstran berteriak lantang, “Hidup TNI!” sebagai bentuk dukungan atas langkah aparat.
Sekitar pukul 10.14 WIB, massa mulai membubarkan diri secara damai. Mereka meninggalkan kawasan markas Brimob sambil menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka”. Aparat TNI tampak mengawal pembubaran itu agar berjalan tertib.
Situasi di sekitar Kwitang pun kembali kondusif setelah sempat tegang sejak malam sebelumnya. Jalanan yang sempat ditutup akibat pengepungan berangsur dapat dilalui kembali.
Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pengemudi Rantis. Namun proses penyelidikan di tingkat Polres disebut masih terus berlangsung.
Menurut saksi mata di lokasi, aksi tersebut menjadi salah satu peristiwa paling menegangkan pasca demonstrasi besar di DPR. Kejadian ini sekaligus memperlihatkan solidaritas kuat dari para pengemudi ojek online terhadap rekan seprofesinya.
Beberapa warga sekitar sempat merasa resah akibat aksi massa yang berlangsung hingga keesokan harinya. Namun mereka mengaku lega setelah aparat TNI berhasil menenangkan situasi.