Karangasem EKOIN.CO – Program pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah mulai digencarkan di berbagai daerah, termasuk di Karangasem, Bali. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Fokusnya adalah memastikan anak-anak tumbuh sehat, bugar, dan siap belajar optimal.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan bahwa program pemeriksaan kesehatan gratis merupakan bentuk nyata kehadiran negara. Ia menyampaikan hal ini saat kunjungan kerja ke SMA Utama Widyalaya Astika Dharma, Karangasem, pada Jumat (8/8). “Kita ingin anak-anak kita bugar secara fisik dan cerdas dalam belajar. Kalau ada yang perlu dideteksi, bisa dilakukan sedini mungkin,” ujarnya.
Baca juga : Hadiah Mewah di Program Rejeki wondr BNI
Program ini diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan dan mendapat dukungan lintas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Suahasil menjelaskan bahwa anggaran telah dialokasikan dalam APBN 2025 sebagai komitmen Presiden Prabowo terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Pemerintah ingin memastikan generasi muda mendapatkan pemeriksaan kesehatan berkala sejak sekolah.
Dalam kunjungannya, Wamenkeu juga menekankan pentingnya sinergi dengan program makan bergizi gratis yang dikelola Badan Gizi Nasional. Menurutnya, kedua program tersebut saling melengkapi untuk membangun generasi yang sehat secara fisik, mental, dan berdaya saing. “Kehadiran negara harus komplit, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga kesehatan, mental, dan kebangsaan,” tambahnya.
Selain pemeriksaan fisik, siswa juga mendapatkan edukasi kesehatan dari tenaga medis puskesmas setempat. Edukasi ini mencakup pencegahan penyakit, pola makan sehat, hingga pentingnya olahraga rutin. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap perilaku hidup sehat dapat tertanam sejak dini.
Sinergi sekolah dan layanan kesehatan
SMA Utama Widyalaya Astika Dharma sudah lama bermitra dengan puskesmas setempat dalam melaksanakan pemeriksaan kesehatan berkala. Kepala sekolah menyebut, kolaborasi ini membuat siswa lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, pemeriksaan mata, dan pemeriksaan kesehatan gigi.
Tak hanya kesehatan, sekolah ini juga mengintegrasikan keterampilan hidup dalam kurikulum, seperti pertanian, peternakan, dan pariwisata. Hal ini bertujuan agar siswa memiliki bekal keahlian yang relevan dengan potensi daerah mereka. Wamenkeu mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk pendidikan komprehensif yang menyiapkan siswa untuk masa depan.
Kerja sama sekolah dengan instansi kesehatan juga memperkuat partisipasi orang tua. Mereka diajak terlibat dalam memantau perkembangan kesehatan anak melalui laporan berkala yang diberikan pihak sekolah. Dengan begitu, deteksi dini masalah kesehatan dapat dilakukan lebih cepat.
Dukungan lintas sektor untuk pemerataan
Wamenkeu menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperluas manfaat program ini ke seluruh Indonesia. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat menentukan keberhasilan. Ia juga mendorong peran aktif organisasi masyarakat dan pihak swasta untuk membantu pembiayaan dan penyediaan fasilitas.
Kementerian Kesehatan menggarisbawahi bahwa pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah adalah bagian dari strategi nasional kesehatan anak. Targetnya adalah seluruh sekolah di Indonesia bisa melaksanakan program ini secara rutin setiap tahun. Dengan data kesehatan siswa yang lengkap, perencanaan kebijakan akan lebih tepat sasaran.
Pemerintah berkomitmen memanfaatkan data hasil pemeriksaan sebagai dasar intervensi kesehatan yang lebih terukur. Jika ditemukan indikasi masalah kesehatan, siswa akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang sesuai. Langkah ini diharapkan dapat mencegah komplikasi dan memperbaiki kualitas hidup anak.
Di Karangasem sendiri, sambutan masyarakat terhadap program ini sangat positif. Orang tua siswa merasa terbantu karena pemeriksaan dilakukan tanpa biaya dan hasilnya bisa langsung diketahui. Mereka juga mengapresiasi adanya tindak lanjut dari pihak sekolah dan tenaga kesehatan.
Ke depan, pemerintah akan memperluas jangkauan pemeriksaan ke sekolah-sekolah di wilayah terpencil. Hal ini untuk memastikan pemerataan layanan kesehatan bagi semua anak Indonesia, tanpa terkecuali. Pemerintah juga berencana menambah jumlah tenaga kesehatan yang terlibat dalam program ini.
Langkah berikutnya adalah integrasi sistem pencatatan kesehatan siswa secara digital. Dengan sistem ini, data kesehatan akan tersimpan aman dan dapat diakses oleh pihak terkait untuk kepentingan perencanaan dan tindak lanjut. Transparansi dan efisiensi diharapkan meningkat melalui inovasi ini.
Selain itu, Wamenkeu menilai pentingnya pendidikan kesehatan di sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter. Anak-anak yang memahami pentingnya kesehatan akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Kesadaran ini, menurutnya, adalah investasi jangka panjang bangsa.
Pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga kesehatan anak-anak. Kolaborasi antara orang tua, guru, tenaga medis, dan pemerintah akan menjadi kunci sukses program ini. Tujuan akhirnya adalah menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Program pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah bukan hanya soal layanan medis, tetapi juga membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan. Dengan dukungan semua pihak, manfaatnya akan terasa luas dan berkelanjutan.
Sebagai saran, pelaksanaan program ini dapat diperkuat dengan peningkatan pelatihan tenaga medis dan guru dalam deteksi dini masalah kesehatan. Sinergi antarinstansi harus dijaga agar alokasi anggaran tepat sasaran dan efektif. Pemanfaatan teknologi informasi juga perlu dipercepat untuk memudahkan pemantauan kesehatan siswa.
Peningkatan fasilitas kesehatan di sekolah, termasuk ruang UKS dan peralatan medis sederhana, akan membantu pelaksanaan program. Perlu pula memperkuat komunikasi dengan orang tua agar mereka berperan aktif dalam menjaga kesehatan anak di rumah. Edukasi gizi dan olahraga juga harus menjadi bagian dari kurikulum.
Langkah promosi kesehatan melalui media sosial sekolah dan instansi terkait akan memperluas jangkauan informasi. Dengan konten edukatif, kesadaran siswa dan orang tua dapat meningkat. Keterlibatan komunitas lokal dan tokoh masyarakat juga akan memperkuat pesan pentingnya kesehatan.
Dengan semua langkah ini, diharapkan program pemeriksaan kesehatan gratis menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional. Pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan siap bersaing di tingkat global.
Upaya menjaga kesehatan anak sekolah harus berkelanjutan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Integrasi program ini dengan kebijakan pendidikan dan kesehatan akan memperkuat fondasi pembangunan manusia Indonesia. Dengan demikian, cita-cita menciptakan generasi emas akan semakin dekat terwujud. ( * )
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v