Jakarta, EKOIN.CO – Jamu kencur kembali menjadi perbincangan hangat setelah berbagai penelitian dan praktisi herbal menyoroti khasiatnya yang beragam untuk kesehatan tubuh.
Kencur kaya akan senyawa aktif seperti etil p-metoksisinamat, flavonoid, dan polifenol yang memberikan efek antibakteri, anti-inflamasi, serta antioksidan
Penelitian yang dilakukan di Desa Sampali, Deli Serdang, menunjukkan edukasi dan konsumsi kencur rutin dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi
Dalam praktik tradisional, kencur digunakan untuk meredakan batuk, masuk angin, dan meningkatkan energi tubuh
Alodokter menyebut ekstrak kencur efektif meredakan sakit gigi, maag, diare, serta menurunkan kadar gula darah
Selain itu, kandungan minyak atsiri kencur mampu merangsang enzim pencernaan dan membantu mengusir nyamuk
Khasiat Utama Kencur
- Efek antibakteri dan antiradang membuat kencur bermanfaat mengatasi infeksi ringan seperti batuk dan radang tenggorokan
- Ekstrak kencur dapat meredakan sakit perut, diare, serta nyeri gigi berkat sifat anti-inflamasinya
- Sifat vasorelaksan dan kandungan kalium membantu menurunkan tekanan darah, didukung riset kuasi-eksperimen di Sumatera Utara
- Antioksidan dalam kencur melawan radikal bebas dan mendukung kesehatan jantung
- Potensi antineoplastik kencur menunjukkan aktivitas dalam melawan sel tumor, termasuk HeLa dan sel kanker di tikus
- Studi di Desa Sampali menggunakan desain pre‑post, menemukan penurunan tekanan darah signifikan setelah edukasi dan konsumsi kencur Uji in vitro mengonfirmasi kencur mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan polifenol yang memicu dilatasi pembuluh darah
- Penelitian etnobotani di Bandung menunjukkan nilai use value sebesar 0,29, menegaskan kencur digunakan luas untuk pereda nyeri dan stamina
- Uji antioksidan menunjukkan jamu beras kencur mampu menunda aktivitas radikal bebas
- Kombinasi ekstrak kencur dan daun srikaya dalam krim terbukti menekan inflamasi tikus hingga 21,6%
Bentuk Olahan & Konsumsi
- Jamu beras kencur adalah bentuk consumsi populer, mengombinasikan rimpang segar dengan beras, gula merah, dan asam jawa
- Teh kencur, rebusan kencur jahe atau campuran madu, menjadi pilihan untuk menghangatkan tubuh.
- Minyak atsiri kencur digunakan sebagai aromaterapi atau lotion antinyamuk
- Beberapa produk topikal berbasis carbopol juga telah diuji tahan bakteri seperti Propionibacterium acnes
- Di klinik herbal, kencur sering diresepkan bersama bahan lain seperti kunyit atau temulawak untuk meningkatkan imunitas
Rekomendasi Penggunaan
- Konsumsi hingga 3–4 cangkir jamu kencur per hari tidak melebihi batas aman menurut Alodokter
- Pasien hipertensi disarankan berkonsultasi dengan dokter, karena efek kencur dapat memengaruhi obat.
- Konsumsi bersama madu dapat menambah efek ekspektoran dan menenangkan tenggorokan.
- Kombinasi krim kencur dan srikaya cocok untuk pereda nyeri lokal atau inflamasi kulit.
- Bagi penderita alergi, sebaiknya mulai dari dosis kecil dan lakukan uji reaksi tubuh ringan.
Kehati‑hatian & Efek Samping
- Efek samping dapat berupa iritasi lambung, diare, atau mulas jika dikonsumsi berlebihan .
- Wanita hamil sebaiknya berkonsultasi tenaga medis terkait penggunaan kencur rutin.
- Interaksi dengan obat hipertensi atau diuretik perlu diperhatikan secara medis.
- Hindari pemakaian pada kulit yang terluka parah atau alergi bahan herbal.
- Simpan olahan kencur di tempat sejuk untuk menjaga stabilitas senyawa aktif.
Sebagai tanaman obat lokal, kencur menawarkan berbagai manfaat ilmiah dan tradisional yang mendukung kesehatan tubuh secara alami.
Hasil riset di Desa Sampali dan uji krim menunjukkan bahwa kencur efektif mengendalikan hipertensi dan inflamasi.
Konsumsi dalam bentuk jamu, teh, atau topikal dengan dosis yang wajar bisa menjadi bagian gaya hidup sehat.
Konsultasi dengan tenaga medis tetap penting, terutama untuk penggunaan jangka panjang atau bagi penderita penyakit kronis.
Dengan hati‑hati dan pemanfaatan yang tepat, kencur layak diandalkan sebagai solusi herbal alami yang aman dan bermanfaat untuk perubahan gaya hidup sehat.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v