• Latest
  • Trending
  • All
Pengusaha Minyak Riza Chalid Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Minyak Pertamina

Waspadai Serangan Balik Mafia Migas dan Tambang Terhadap Jampidsus Kejagung

17 November 2025
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman: KUHAP Baru Ini Sangat Revolusioner dan Pasal Keadaan Mendesak

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman: KUHAP Baru Ini Sangat Revolusioner dan Pasal Keadaan Mendesak

4 December 2025
Eks Jubir Febri Diansyah: KPK Sekarang Sudah Jauh Berbeda Sejak 2019

Eks Jubir Febri Diansyah: KPK Sekarang Sudah Jauh Berbeda Sejak 2019

28 November 2025
Soal Krisis Pasokan Gas Alam, DPR RI Desak Transformasi Industri Pupuk ke Arah Organik

Soal Krisis Pasokan Gas Alam, DPR RI Desak Transformasi Industri Pupuk ke Arah Organik

26 November 2025
Dugaan Korupsi Investasi Telkom ke GoTo Harus Diusut Tuntas Kejagung, PRIC: Publik Harus Kawal Transparansi BUMN

Dugaan Korupsi Investasi Telkom ke GoTo Harus Diusut Tuntas Kejagung, PRIC: Publik Harus Kawal Transparansi BUMN

25 November 2025
KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan di MPR, Formappi: Mencoreng Reputasi sebagai Lembaga Negara

Ini Alasan KPK Serahkan Berkas Penyidikan Korupsi Pengadaan Google Cloud ke Kejagung

24 November 2025
Sufmi Dasco Berpotensi Jadi Capres 2029, Pengamat: Posisi dan Manuver Politiknya Sangat Strategis

Sufmi Dasco Berpotensi Jadi Capres 2029, Pengamat: Posisi dan Manuver Politiknya Sangat Strategis

24 November 2025
Jangan Biarkan Indonesia Jatuh di Kaki Mafia, atau Memilih Berdiri Mempertahankannya

Jangan Biarkan Indonesia Jatuh di Kaki Mafia, atau Memilih Berdiri Mempertahankannya

24 November 2025
Kejagung Sebut Tidak Ada Upaya Penggeledahan Rumah Jampidsus, Isu Dihembuskan Koruptor

Jampidsus Limpahkan Kasus Korupsi Petral ke KPK, Kejagung: Para Pihak Diproses Hukum

21 November 2025
Komjen Wahyu Widada Resmi Jabat Irwasum, Komjen Syahardiantono Gantikan Posisi Kabareskrim 

Semua Pihak Harus Hormati Putusan MK Terkait Larangan Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil

20 November 2025
Kejari Jakpus Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Kredit Fiktif Libatkan Manager Bank BUMN 

Kejari Jakpus Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Kredit Fiktif Libatkan Manager Bank BUMN 

20 November 2025
Kejagung Sebut Tidak Ada Upaya Penggeledahan Rumah Jampidsus, Isu Dihembuskan Koruptor

Kejagung Kaji Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Korupsi di Kabupaten Pangandaran 

18 November 2025
Kejagung Respons Isu Polisi Akan Geledah Rumah Jampidsus, Meski Tidak Terkait Tindak Pidana 

Peroleh Alat Bukti Baru, Kejagung Lakukan Penyelidikan Baru Dugaan Korupsi Investasi PT Telkom ke Goto

17 November 2025
Friday, December 5, 2025
  • Login
EKOIN.CO
  • HOME
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • HUKUM
    • POLITIK
    • CEK FAKTA
    • BERITA VIDEO
    • BERITA FOTO
  • ENTERTAINT
    • DESTINASI
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • EBOOK
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAH RAGA
    • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • HOME
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • HUKUM
    • POLITIK
    • CEK FAKTA
    • BERITA VIDEO
    • BERITA FOTO
  • ENTERTAINT
    • DESTINASI
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • EBOOK
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAH RAGA
    • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
EKOIN.CO
No Result
View All Result
  • HOME
  • EKOBIS
  • PERISTIWA
  • POLKUM
  • ENTERTAINT
  • RAGAM
Home PERISTIWA OPINI

Waspadai Serangan Balik Mafia Migas dan Tambang Terhadap Jampidsus Kejagung

Serangkaian kasus yang diusut Kejaksaan Agung mulai dari tata niaga migas hingga konsesi tambang, telah menyentuh simpul-simpul strategis yang selama ini menjadi arena dominasi oligarki. Maka tidak mengejutkan apabila muncul serangan balik dari kelompok yang merasa terancam oleh bergeraknya roda penegakan hukum.

by Yudi Permana
17 November 2025, 15:24
in OPINI
Reading Time: 4 mins read
242
A A
0
Pengusaha Minyak Riza Chalid Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Minyak Pertamina
481
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ekoin.co – Gelombang pemberantasan korupsi yang tengah digencarkan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam hal ini Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menyingkap wajah lama dari kejahatan yang tak lagi berdiri sendiri.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Korupsi di Indonesia telah berkembang menjadi grand corruption sekaligus political corruption, yakni sebuah simbiosis gelap antara sebagian penyelenggara negara, oknum aparat penegak hukum, pengusaha, serta jaringan perantara yang beroperasi di bawah tanah.

RelatedPosts

Jangan Biarkan Indonesia Jatuh di Kaki Mafia, atau Memilih Berdiri Mempertahankannya

Dalang Lama di Panggung Baru

Tanah Air yang Direklamasi, Rel yang Menjauh dari Kedaulatan

Seperti yang ditulis Rose-Ackerman (2016), korupsi yang melibatkan aktor negara dan pebisnis besar pada level kebijakan adalah bentuk korupsi paling mematikan, karena mampu menggerus legitimasi negara dan menyandera kebijakan publik.

Itulah yang kini mengemuka dalam berbagai kasus migas dan pertambangan, sektor yang selama puluhan tahun disebut para ekonom politik sebagai the resource curse, kutukan sumber daya yang melahirkan rente, konflik kepentingan, dan kejahatan terorganisasi.

Serangkaian kasus yang diusut Kejaksaan Agung mulai dari tata niaga migas hingga konsesi tambang, telah menyentuh simpul-simpul strategis yang selama ini menjadi arena dominasi oligarki. Maka tidak mengejutkan apabila muncul serangan balik dari kelompok yang merasa terancam oleh bergeraknya roda penegakan hukum.

Dalam kerangka studi intelijen, apa yang tampak di permukaan hanyalah retakan kecil dari perlawanan terkoordinasi yang lebih besar. Budaya “maling teriak maling” muncul kembali sebagai strategi klasik pembelokan opini publik, yakni ketika para pelaku kejahatan justru menuding aparat agar proses hukum menjadi kabur dan kepercayaan publik terkikis. Di titik ini, negara tengah menghadapi ujian kewibawaan.

Gelombang laporan terhadap Jampidsus ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), disertai aksi demonstrasi bertema delegitimasi Kejagung, bukan sekadar dinamika politik biasa. Sinyalnya kuat, dimana operasi tandingan dilakukan untuk memukul mundur pemberantasan korupsi.

Dalam literatur counter intelligence, langkah ini disebut offensive deception maneuver yaitu manuver ofensif yang bertujuan menciptakan keraguan terhadap institusi penegak hukum agar penanganan kasus bisa masuk ke fase stagnasi.

Indikasi keterlibatan makelar kasus (Markus) kelas kakap serta jejaring pemain tambang ilegal dan bandar judi online memperkuat analisis bahwa perlawanan ini bukan spontan. Ia terstruktur, didanai, dan digerakkan untuk tujuan tunggal, yaitu menghentikan proses hukum yang sudah menyentuh kepentingan ekonomi sangat besar.

Informasi yang menyebutkan bahwa Riza Chalid menghabiskan hampir satu triliun rupiah untuk menghalangi penegakan hukum dalam kasus Pertamina yang menjerat keluarganya, memperlihatkan skala pertempuran yang sedang terjadi. Angka itu bukan hanya mencerminkan kekuatan modal kelompok tersebut, tetapi juga memperlihatkan betapa mahalnya harga impunitas di republik ini.

Dalam perspektif hukum, segala bentuk upaya menghalang-halangi penyidikan merupakan obstruction of justice yang dapat dijerat pidana. Pasal-pasal di Kitab Undang-undang Hukum Pidana, Undang-Undang Tipikor, maupun aturan khusus lain telah mengatur ancaman berat bagi siapa pun yang mengintervensi proses penegakan hukum.

Karena itu, koordinasi lintas institusi yang kini dilakukan pemerintah untuk menelusuri dalang pelaporan terhadap Jampidsus serta pihak yang mengorganisasi unjuk rasa pesanan merupakan langkah yang bukan hanya penting, tetapi juga mendesak. Sejarah membuktikan bahwa penegakan hukum akan lumpuh jika negara terlambat membaca pola serangan balik seperti ini.

Negara dalam Pusaran Ujian Legitimasi

Negara tidak sedang berhadapan dengan satu atau dua individu, melainkan dengan ekosistem kejahatan terorganisasi yang memanfaatkan celah regulasi, jaringan politik, dan kelemahan pengawasan.

Menurut studi Robinson dan Acemoglu dalam Why Nations Fail, negara yang membiarkan elite predatori menguasai institusi-institusi kunci akan terjebak dalam lingkaran ketergantungan: semakin dalam intervensi oligarki, semakin rapuh legitimasi negara.

Indonesia sedang berada pada titik kritis itu. Upaya Kejagung yang mulai menyentuh pusat-pusat rente merupakan momentum penting untuk membalik situasi, tetapi juga membuka risiko meningkatnya tekanan balik.

Fenomena serangan balik mafia migas dan tambang ini menyerupai pola yang pernah terjadi pada beberapa negara penghasil sumber daya. Di Brasil, operasi Lava Jato yang mengungkap korupsi Petrobras memicu perlawanan besar dari elite politik dan bisnis; di Meksiko, kartel minyak ilegal mempengaruhi institusi keamanan; di Nigeria, mafia minyak mentah sampai menginfiltrasi parlian dan sektor militer.

Semua contoh itu menunjukkan bahwa ketika sektor sumber daya alam menjadi sumber rente raksasa, jaringan kejahatan akan berupaya keras mempertahankannya.

Indonesia berada di persimpangan yang sama. Eksploitasi sumber daya alam, baik migas, batu bara, nikel, hingga emas selama ini menghasilkan nilai ekonomi sangat besar, namun juga membuka ruang bagi infiltrasi kepentingan gelap.

Ketika jaringan ini merasa terdesak oleh penegakan hukum, mereka merespons dengan taktik yang memanfaatkan kelemahan demokrasi melalui manipulasi opini publik, operasi informasi, hingga memanfaatkan kelembagaan antar komponen negara untuk saling bertabrakan. Inilah bahaya terbesar ketika mafia mencoba mendikte arah institusi penegak hukum.

Pernyataan Presiden Prabowo yang menegaskan agar siapa pun yang melindungi koruptor ditangkap, apa pun modusnya, menjadi sinyal politik yang keras. Pesan tersebut penting untuk memastikan bahwa tidak ada ruang ambigu dalam penegakan hukum. Ketegasan negara adalah faktor kunci untuk memutus rantai korupsi sistemik.

Jika sinyal politik tidak tegas, maka kelompok berkepentingan akan terus bermain di wilayah abu-abu, memanfaatkan celah hukum dan konflik antar-institusi.

Namun ketegasan politik bukan satu-satunya syarat. Kepercayaan publik adalah elemen yang harus dijaga. Kini, rakyat berada dalam pusaran informasi yang dipenuhi distorsi, hoaks, dan narasi yang sengaja dirancang untuk melemahkan integritas Kejaksaan Agung.

Serangan terhadap legitimasi institusi bukan hanya individunya, ia adalah strategi klasik untuk melonggarkan kendali negara atas kejahatan terorganisasi. Karena itu, literasi publik menjadi pertahanan sosial paling penting. Dalam teori social resilience, masyarakat yang memiliki literasi hukum dan politik yang baik akan sulit dimanipulasi oleh propaganda yang menyasar institusi negara.

Pada akhirnya, pertarungan melawan mafia migas dan tambang bukan hanya soal membongkar kasus korupsi, tetapi memastikan bahwa negara tetap berdiri sebagai otoritas tertinggi.

Ketika institusi penegak hukum dibajak oleh propaganda dan tekanan, maka negara kehilangan wibawa, dan penegakan hukum akan berhenti di ruang gelap kompromi.

Ujian terhadap kewibawaan negara ini tidak boleh gagal. Negara harus menunjukkan bahwa ia lebih kuat daripada jaringan yang mencoba melumpuhkannya. Keadilan tidak boleh tunduk pada uang, tekanan, maupun intimidasi.

Dalam konteks inilah, serangan balik mafia bukan sekadar ancaman terhadap Kejagung, melainkan ancaman terhadap fondasi negara hukum itu sendiri.

Hanya negara yang berani dan konsisten yang dapat memenangkan pertempuran ini. Dan rakyat, sebagai pemilik kedaulatan, harus terus mengawasi, mendukung, dan memastikan bahwa mesin keadilan tidak berhenti di tengah jalan. Korupsi adalah musuh bersama, dan kekalahan negara di medan ini akan menjadi kerugian sejarah bagi generasi yang akan datang. (*)

Penulis: Sri Radjasa, MBA (Pemerhati Intelijen)

Tags: aksi demonstrasiJampidsus KejagungLaporan ke KPKmafia migasRiza Chalidserangan baliktambang
Share192Tweet120
Yudi Permana

Yudi Permana

Related Posts

Jangan Biarkan Indonesia Jatuh di Kaki Mafia, atau Memilih Berdiri Mempertahankannya

Jangan Biarkan Indonesia Jatuh di Kaki Mafia, atau Memilih Berdiri Mempertahankannya

by Yudi Permana
24 November 2025
0

Ekoin.co - Delapan puluh tahun sejak Proklamasi, republik ini terus bergerak di antara idealisme para pendiri bangsa dan realitas politik-ekonomi...

Dalang Lama di Panggung Baru

Dalang Lama di Panggung Baru

by Yudi Permana
15 November 2025
0

Jakarta, ekoin.co - Di republik ini, kekuasaan jarang benar-benar pergi. Ia hanya berganti wajah, mengganti jas, dan berpindah kursi. Setelah...

Tanah Air yang Direklamasi, Rel yang Menjauh dari Kedaulatan

Tanah Air yang Direklamasi, Rel yang Menjauh dari Kedaulatan

by Yudi Permana
11 November 2025
0

Jakarta, ekoin.co - Indonesia sedang berubah cepat. Laut direklamasi, tanah digali, rel dibentang. Semua atas nama pembangunan dan modernisasi. Namun...

30 Wamen Rangkap Jabatan Sebagai Komisaris di Perusahaan BUMN

Kegilaan Pemimpin yang Menyelamatkan Bangsa

by Yudi Permana
11 November 2025
0

Penulis: Sri Radjasa (Pemerhati Intelijen) Jakarta, ekoin.co - Setiap bangsa yang sedang sakit selalu membutuhkan obat di luar kebiasaan. Dalam...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Warga Isi BBM Subsidi Harus Tunjuk STNK

Warga Isi BBM Subsidi Harus Tunjuk STNK

21 September 2025
Muncul Masalah Baru Mobil Listrik Hyundai Setelah Di-recall

Muncul Masalah Baru Mobil Listrik Hyundai Setelah Di-recall

24 March 2025
“Sukses di Kampus dan Beyond: 10 Soft Skill yang Harus Dipersiapkan Sebelum Masuk Kuliah”

“Sukses di Kampus dan Beyond: 10 Soft Skill yang Harus Dipersiapkan Sebelum Masuk Kuliah”

24 March 2025
Adhel Laporkan Dedi Mulyadi ke Bareskrim Polisi

Adhel Laporkan Dedi Mulyadi ke Bareskrim Polisi

0
Penumpang Lompat ke Laut  KM Barcelona VA Rute Talaud–Manado Terbakar

Penumpang Lompat ke Laut KM Barcelona VA Rute Talaud–Manado Terbakar

0
Studi: Makanan Tradisional Tingkatkan Sistem Imun Jamur hingga Kelor Ampuh Cegah Penyakit Kronis

Studi: Makanan Tradisional Tingkatkan Sistem Imun Jamur hingga Kelor Ampuh Cegah Penyakit Kronis

0
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman: KUHAP Baru Ini Sangat Revolusioner dan Pasal Keadaan Mendesak

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman: KUHAP Baru Ini Sangat Revolusioner dan Pasal Keadaan Mendesak

4 December 2025
Eks Jubir Febri Diansyah: KPK Sekarang Sudah Jauh Berbeda Sejak 2019

Eks Jubir Febri Diansyah: KPK Sekarang Sudah Jauh Berbeda Sejak 2019

28 November 2025
Soal Krisis Pasokan Gas Alam, DPR RI Desak Transformasi Industri Pupuk ke Arah Organik

Soal Krisis Pasokan Gas Alam, DPR RI Desak Transformasi Industri Pupuk ke Arah Organik

26 November 2025
EKOIN.CO

Copyright © 2015 EKOIN.CO Created by : Ibnu Gozali

Navigate Site

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HOME
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • PROPERTI
    • INDUSTRI
    • PERTANIAN
    • INFRASTRUKTUR
    • UMKM
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • BERITA FOTO
    • CEK FAKTA
  • ENTERTAINT
    • DESTINASI
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SELEBRITI
    • TEKNOLOGI
    • OLAH RAGA
  • PERISTIWA
    • BREAKING NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • LINGKUNGAN
    • ENERGI
  • RAGAM
    • TIPS
    • PROFIL
    • HIKMAH
    • EDUKASI
    • OPINI
    • SOSIAL
    • EBOOK
    • SENI & BUDAYA

Copyright © 2015 EKOIN.CO Created by : Ibnu Gozali