Jakarta,EKOIN.CO-Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi di Indonesia tidak lain dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk mengadu domba masyarakat. Ia menilai, keuntungan dari kerusuhan itu hanya dinikmati pihak-pihak yang tidak ingin Indonesia semakin kuat, sementara rakyat selalu menjadi pihak yang paling dirugikan. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Kamis (28/8/2025).
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Prabowo menyebut bahwa saat ini Indonesia sedang menuju masa kebangkitan sehingga persatuan bangsa menjadi kunci utama. Menurutnya, upaya provokasi yang memicu kerusuhan merupakan ancaman serius terhadap stabilitas nasional.
“Sekarang juga mau diadu domba. Ada orang yang berpikir kalau terjadi kerusuhan mereka dapat keuntungan. Yang dapat kerugian rakyat,” ujar Presiden Prabowo dalam arahannya.
Kerusuhan dan Adu Domba
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan seluruh elemen bangsa, khususnya kepala daerah, agar bekerja dengan sungguh-sungguh untuk rakyat dan tetap waspada terhadap upaya pecah belah. Ia menekankan pentingnya kerja sama antar pemimpin daerah demi menjaga keutuhan bangsa.
“Bekerjalah dengan sungguh-sungguh untuk rakyatmu, untuk bangsa kita dan nanti kita dengan baik, dengan kerja sama, kita saling mengisi dan saling mendukung, saling waspada,” katanya menambahkan.
Sementara itu, situasi di Jakarta pada hari yang sama diwarnai aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI. Aksi tersebut kembali berujung ricuh dengan adanya pelemparan bambu runcing, botol air mineral, dan pembakaran sampah di sekitar gerbang utama.
Massa juga meneriakkan tuntutan keras, mulai dari seruan pembubaran DPR hingga yel-yel yang menyebut DPR sebagai pengkhianat rakyat. Suasana memanas ketika sejumlah demonstran menyalakan api yang memicu asap pekat mengepul dari barikade beton.
Demo dan Seruan Massa
Di tengah kericuhan, seorang orator dari atas mobil komando menyerukan, “DPR hanya berpihak pada oligarki! Bubarkan DPR sekarang juga!” Seruan itu langsung disambut dengan teriakan keras massa, “Revolusi! Revolusi!” dan “Kami tidak takut, rakyat lawan oligarki!”
Tidak berhenti sampai di situ, beberapa pedemo juga melakukan aksi vandalisme dengan mencorat-coret tembok DPR menggunakan cat semprot. Aparat keamanan yang berjaga memperketat barisan untuk mencegah massa mendobrak pagar utama.
Situasi tersebut menegaskan bahwa keresahan publik terhadap lembaga legislatif masih tinggi, sementara pemerintah terus mengingatkan pentingnya menjaga persatuan agar tidak terjebak dalam adu domba politik.
Prabowo berharap, masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kelompok yang mencari keuntungan di balik kerusuhan. Menurutnya, jalan terbaik adalah mengedepankan dialog, kerja sama, dan pembangunan demi kepentingan rakyat.
Dengan kondisi yang semakin dinamis, konsolidasi nasional menjadi penting agar bangsa Indonesia mampu menghadapi tantangan tanpa terpecah belah oleh kepentingan tertentu.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v