Jakarta, EKOIN.CO – Puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau dikenal dengan istilah Armuzna hampir tuntas pada Minggu (8/6/2025). Ribuan jemaah haji Indonesia telah melalui proses utama ibadah ini dengan lancar.
Meskipun harus menempuh perjalanan jauh dan cuaca panas, jemaah tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka merasa terbantu dengan pendampingan dari petugas yang siaga sejak awal hingga akhir.
Nurun Jalis, jemaah dari Kloter 65 Embarkasi Solo (SOC65), mengaku bersyukur atas kelancaran yang ia alami. “Pengalaman saya selama perjalanan haji, alhamdulillah diberikan kelancaran,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh layanan selama di tanah suci berjalan baik. “Sebelum ke tanah suci, saya mempersiapkan segala sesuatu untuk antisipasi apabila ada persoalan. Namun Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, tidak seperti yang saya takutkan,” kata Nurun.
Ia menambahkan bahwa mengikuti arahan petugas merupakan kunci penting. “Soal ada hal-hal kecil termasuk yang antri, itu memang ada. Tapi tidak sampai mengganggu kekhusyukan ibadah,” katanya.
Pengalaman Jemaah dari Berbagai Daerah
Nurun juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para petugas haji. “Petugas sangat membantu jemaah. Semoga apa yang sudah dilakukan mendapatkan balasan yang berlimpah dari Allah Swt,” katanya.
Tohari, jemaah asal Lumajang, Jawa Timur, juga menyampaikan kesan positif terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Ia menilai perjalanan dari Muzdalifah ke Mina tetap terasa menyenangkan.
“Tidak masalah harus berjalan jauh dari Muzdalifah ke Mina. Ada petugas yang selalu mendampingi dan memberikan pelayanan terbaik kepada kami,” katanya.
Pasangan jemaah asal Kabupaten Pasuruan, Siti Otiyah dan Eko Trapsilo, pun merasakan hal serupa. Setelah menunggu selama 13 tahun, mereka akhirnya bisa berangkat ke tanah suci.
“Walaupun menempuh perjalanan 3 km dari tenda Mina ke jamarat, tapi kami tetap semangat, bahagia,” ungkap keduanya setelah menyelesaikan rangkaian jumrah nafar awal.
Petugas Bekerja di Bawah Terik Panas
Di tengah suhu tinggi Kota Makkah, para petugas haji tetap menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi. Mereka menjaga pos di Mina dan Jamarat, memastikan jemaah mendapatkan bantuan yang diperlukan.
Irjen Kemenag, Khairunas, turut turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelancaran pemulangan jemaah dari Mina ke hotel-hotel di Makkah. Ia juga memantau pelayanan yang diberikan kepada jemaah lansia.
Dalam satu kejadian, Khairunas terlihat membantu seorang jemaah lanjut usia yang mengalami kebingungan. “Saya sebenarnya dalam kondisi yang kurang fit juga, masih minum obat. Tapi saya tidak tega melihat jemaah tidak bisa jalan dan mau menyeberang jalan, habis diturunkan oleh Bus dari Mina di hotel yang bukan tempat dia menginap,” ujarnya di Makkah.
Khairunas menyampaikan bahwa meskipun ia masih dalam masa pemulihan, ia tetap hadir di lapangan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan. “Saya tetap memantau pergerakan jemaah haji, dengan harapan dapat terlayani dengan baik semuanya. Ini ikhtiar untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan jemaah haji Indonesia,” ucapnya.
Ia mencatat kejadian penurunan jemaah di hotel yang salah oleh syarikah sebagai bentuk kelalaian. “Ini menjadi catatan kinerja syarikah yang tidak memerdulikan kondisi jemaah haji saat menurunkan jemaah dari Mina,” ungkapnya dari kawasan Misfalah, Makkah.
Evaluasi Layanan Syarikah dan Harapan Ke Depan
Khairunas berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi pada musim haji berikutnya. Ia menilai perlunya pembenahan dan penegasan dalam kerja sama antara PPIH dan pihak syarikah di Arab Saudi.
“Ke depan akan menjadi rekomendasi kami. Tindakan syarikah yang menurunkan jemaah tanpa memperhatikan kondisi fisik dan lokasi pemondokan sangat disayangkan. Ini akan kami jadikan bahan evaluasi terhadap syarikah yang tidak kooperatif dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi,” tegas Irjen Khairunas.
Sementara itu, pemulangan jemaah haji dari Mina ke hotel masih terus berlangsung hingga seluruh jemaah kembali dengan aman. Petugas di lapangan memastikan proses berjalan dengan pengawasan ketat.
Rangkaian ibadah haji di Armuzna menunjukkan keberhasilan dalam pengorganisasian dan pendampingan jemaah. Respons positif dari jemaah membuktikan bahwa pelaksanaan tahun ini membuahkan hasil yang memuaskan, meskipun masih ditemukan beberapa kekurangan di lapangan yang perlu segera diperbaiki.
Peran aktif petugas, baik medis, logistik, hingga pengawas lapangan seperti Irjen Khairunas memberikan dampak signifikan. Pendekatan humanis yang dilakukan langsung oleh pejabat tinggi menjadi contoh konkret bahwa pelayanan publik dapat dijalankan dengan empati dan tindakan nyata.
Untuk tahun-tahun berikutnya, pengawasan terhadap mitra lokal perlu ditingkatkan agar seluruh tahapan haji berjalan tanpa hambatan serius. Keberhasilan ibadah haji bukan hanya soal spiritualitas, tetapi juga manajemen dan tanggung jawab terhadap keselamatan jemaah.(*)