Jakarta EKOIN.CO – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong peningkatan literasi keuangan syariah di Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai motor penggerak perekonomian nasional sekaligus mengakselerasi potensi keuangan syariah secara optimal. Data terbaru mencatat, indeks literasi keuangan syariah pada 2025 sudah mencapai 43,42 persen, sementara inklusi keuangan syariah baru menyentuh 13,41 persen.
Langkah konsisten BSI dalam memperluas literasi dilakukan melalui program yang menyasar berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari pelajar hingga pelaku UMKM, BSI menggelar kegiatan literasi secara masif dan terstruktur di seluruh Indonesia. Pada semester pertama 2025, perseroan telah mencatatkan lebih dari 274 kegiatan literasi di sekolah serta 318 kegiatan edukasi digital melalui kanal media sosial seperti Instagram, Twitter (X), dan Facebook.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna menegaskan pentingnya literasi sebagai strategi utama perseroan. “Literasi keuangan syariah menjadi salah satu strategi BSI untuk meningkatkan konsumsi instrumen keuangan syariah,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dampak dari program tersebut terlihat pada peningkatan signifikan tabungan simpanan pelajar di BSI.
Literasi keuangan syariah capai pelajar dan UMKM
Program literasi BSI terbukti berpengaruh terhadap pertumbuhan produk tabungan pelajar. Perseroan menyediakan berbagai pilihan tabungan khusus anak, di antaranya Tabungan Junior Mudharabah, Tabungan Junior Wadiah, Tabungan Haji Muda, serta Tabungan Simpel. Hingga Juli 2025, jumlah rekening tabungan anak mencapai 1,1 juta dengan total dana kelolaan sebesar Rp1,51 triliun.
Selain produk tabungan, BSI juga mendukung penuh program pemerintah dan regulator. Salah satunya program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anton Sukarna menjelaskan, tabungan pelajar bisa menjadi entry point yang penting. “Jika dioptimalkan, tabungan pelajar mampu menjadi sumber dana pihak ketiga kategori low cost fund,” jelasnya.
Baca juga : BSI Catat Pembiayaan Konsumer Rp287 Triliun
Dengan basis nasabah yang kini mencapai 22 juta orang dan bertumbuh rata-rata lima juta per tahun, BSI semakin memperluas inklusi keuangan syariah. Anton menekankan kemudahan yang ditawarkan kepada nasabah. “Nasabah sekarang tidak harus mendatangi kantor bank untuk membuka rekening,” ujarnya, sembari menekankan peran platform digital yang semakin memudahkan masyarakat.
Konsistensi dalam mendorong literasi membuat BSI meraih tiga penghargaan dari OJK. Penghargaan tersebut meliputi KEJAR Award 2025 kategori Bank Implementasi KEJAR Terbaik subkategori Bank Umum Syariah, PUJK Syariah dengan Program Literasi Keuangan Terbaik, serta OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan (OJK PEDULI) Terbaik segmen PUJK Syariah.
BSI dorong UMKM naik kelas
Selain pelajar, fokus BSI juga tertuju pada penguatan literasi bagi pelaku UMKM. Melalui BSI UMKM Center yang hadir di empat kota, yaitu Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar, lebih dari 500 kegiatan telah digelar. Program tersebut diarahkan untuk mendukung UMKM agar naik kelas, memiliki kapabilitas lebih kuat, serta mampu bersaing dengan usaha besar.
Dukungan terhadap UMKM tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga mencakup akses pembiayaan syariah yang lebih mudah dijangkau. Hal ini sejalan dengan visi BSI untuk menghadirkan solusi keuangan syariah yang menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penghargaan lain yang diterima BSI adalah kategori Duta Literasi Terbaik. Penghargaan tersebut diberikan kepada Muhammad Charles Nur Oktawijaya, penerima BSI Scholarship yang aktif menyebarkan informasi terkait literasi keuangan syariah melalui media sosial. Peran generasi muda dalam menyebarkan pemahaman keuangan syariah dinilai mampu memperluas dampak program literasi di masyarakat.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi BSI. “Kami mengapresiasi seluruh industri jasa keuangan yang turut berkontribusi aktif dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya.
Friderica menekankan perlunya peran lintas sektor dalam memperluas agen literasi keuangan. Menurutnya, pendekatan yang benar dan tepat sasaran akan mempercepat peningkatan literasi sekaligus inklusi keuangan syariah. Kemudahan akses juga harus terus diperluas agar layanan keuangan syariah semakin menjangkau masyarakat luas.
Ke depan, BSI berkomitmen untuk terus memperkuat literasi keuangan syariah. Perseroan menilai bahwa keberhasilan literasi bukan hanya tentang pemahaman, melainkan juga tentang bagaimana masyarakat mampu mengakses dan memanfaatkan layanan keuangan syariah dengan baik.
Pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa upaya edukasi yang dilakukan tidak berhenti pada program sosialisasi, melainkan juga memberikan dampak nyata dalam peningkatan jumlah nasabah, produk tabungan, serta dukungan terhadap UMKM.
Langkah BSI sejalan dengan target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah global. Dengan indeks literasi yang terus meningkat, diharapkan inklusi keuangan syariah dapat tumbuh lebih cepat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Upaya kolaboratif antara regulator, lembaga keuangan, pelajar, hingga pelaku UMKM menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem keuangan syariah yang sehat dan berkelanjutan. BSI menegaskan siap berperan sebagai motor penggerak dalam ekosistem tersebut.
Dari penghargaan hingga program literasi yang konsisten, langkah BSI mencerminkan keseriusan dalam menjadikan keuangan syariah lebih dekat dengan masyarakat. Peran ini juga diharapkan dapat membangun generasi muda yang lebih melek finansial sejak dini.
Dengan literasi yang semakin meluas, masyarakat akan lebih mampu memilih produk keuangan syariah sesuai kebutuhan. Pada saat bersamaan, pelaku UMKM akan mendapatkan dukungan yang lebih kokoh untuk memperluas usaha mereka.
Arah besar dari berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah bukan sekadar program, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang lebih kokoh.
Pada akhirnya, literasi keuangan syariah akan menjadi pintu masuk bagi inklusi yang lebih luas. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan lebih percaya diri dalam menggunakan produk keuangan syariah, sehingga mendukung pertumbuhan industri perbankan syariah secara menyeluruh.
Sebagai kesimpulan, peningkatan literasi yang dilakukan BSI adalah langkah strategis yang mampu memperkuat ekonomi nasional. Dengan partisipasi aktif seluruh pihak, keuangan syariah dapat menjadi pilar utama pembangunan ekonomi Indonesia.
Komitmen yang kuat, penghargaan dari regulator, serta dampak nyata pada pertumbuhan nasabah dan UMKM menjadi bukti bahwa literasi keuangan syariah adalah elemen penting yang terus berkembang di tengah masyarakat.
Dengan demikian, keberlanjutan program literasi perlu terus dijaga agar manfaatnya dirasakan secara luas dan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya mendukung perekonomian, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.
Saran yang dapat diberikan adalah perlunya memperbanyak agen literasi di berbagai daerah agar penetrasi semakin merata. Dengan demikian, masyarakat pedesaan juga bisa merasakan manfaat keuangan syariah.
Selain itu, kerja sama lintas sektor harus terus diperluas, termasuk melibatkan komunitas lokal yang dekat dengan masyarakat. Hal ini akan membuat literasi lebih cepat diterima dan dipahami.
Masyarakat juga perlu diberikan akses terhadap produk digital keuangan syariah yang sederhana dan mudah digunakan. Dengan cara itu, inklusi akan berkembang lebih cepat.
Pendidikan keuangan syariah sejak usia sekolah dasar akan memperkuat fondasi literasi di masa depan. Generasi muda yang melek finansial akan menjadi motor penggerak ekonomi yang sehat.
Dengan seluruh langkah tersebut, BSI dan OJK diharapkan mampu mendorong literasi keuangan syariah lebih tinggi dari sekadar angka statistik, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





