JAKARTA, EKOIN.CO – Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Mochammad Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa Kampung Haji Indonesia akan diproyeksikan berada dalam radius dua hingga tiga kilometer dari Masjidil Haram, Makkah. Rencana tersebut dinilai cukup ideal dan dapat memudahkan jamaah Indonesia saat menunaikan ibadah.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Irfan, yang akrab disapa Gus Irfan, menyebut jarak tersebut masih memungkinkan jamaah untuk berjalan kaki tanpa mengorbankan kenyamanan. “Yang kemarin kita lihat itu sekitar 2–3 kilometer. Saya kira itu cukup masuk akal untuk jalan kaki, asal tempatnya nyaman,” ujar Gus Irfan di Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Menurutnya, pilihan lokasi Kampung Haji tidak hanya ditentukan oleh kedekatan dengan Masjidil Haram, tetapi juga faktor kenyamanan, keamanan, serta aksesibilitas bagi jamaah.
Kajian 10 Lokasi Alternatif Kampung Haji
Dalam penjelasannya, Gus Irfan mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 10 lokasi alternatif yang kini sedang dikaji. Evaluasi tersebut mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, serta kenyamanan jamaah.
Ia menekankan bahwa pemilihan lokasi Kampung Haji harus mampu memberikan rasa aman, akses transportasi yang fleksibel, dan fasilitas memadai. “Kami dari penyelenggara haji, sebagai calon user dari Kampung Haji nanti, berpikiran bagaimana kenyamanan itu bisa didapatkan,” tuturnya.
Pihaknya juga mempertimbangkan jalur aman bagi pejalan kaki, sekaligus opsi transportasi apabila jamaah membutuhkan kendaraan menuju Masjidil Haram.
Selain itu, faktor biaya turut menjadi perhatian. Menurut Gus Irfan, pembangunan Kampung Haji harus dirancang agar bisa mengurangi ketergantungan pada sistem sewa tahunan, yang selama ini sering menimbulkan tantangan biaya dan kualitas layanan.
Pembangunan dari Awal atau Ambil Alih Gedung
Terkait pembangunan fisik, Gus Irfan menjelaskan dua opsi utama: membangun dari awal atau mengambil alih bangunan yang sudah ada. Menurutnya, opsi kedua bisa dipertimbangkan jika bangunan tersebut sesuai kebutuhan dan standar layanan yang ditetapkan.
“Rencananya dibangun ulang dari awal. Walaupun tidak menutup kemungkinan jika ada bangunan yang sudah siap kita take over, mungkin juga. Tapi sementara kita mencari lokasi yang cukup strategis,” ungkapnya.
Pembangunan Kampung Haji ini diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang. Dengan adanya pemukiman permanen, jamaah Indonesia diharapkan tidak lagi terlalu bergantung pada sistem penyewaan hotel yang fluktuatif dari sisi harga maupun kualitas.
Proyek ini juga diharapkan membawa dampak positif terhadap efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji, sekaligus meningkatkan kenyamanan jamaah yang jumlahnya terus bertambah setiap tahun.
Bagi pemerintah, keberadaan Kampung Haji dapat memberikan kemandirian akomodasi serta mengurangi tantangan logistik dalam menyediakan tempat tinggal jamaah di Makkah.
Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya memperkuat pelayanan haji Indonesia, yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami dinamika akibat lonjakan jamaah dan keterbatasan ruang di sekitar Masjidil Haram.
Ke depan, BP Haji menargetkan agar Kampung Haji bisa menjadi model pemukiman jamaah yang lebih terorganisir, aman, dan nyaman, sekaligus memperkuat citra pelayanan haji Indonesia di kancah internasional.
Dengan jarak yang masih bisa ditempuh berjalan kaki, keberadaan pemukiman ini diyakini akan menjadi solusi strategis, khususnya dalam memudahkan jamaah melaksanakan ibadah utama di Masjidil Haram.
Rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah menjadi jawaban atas kebutuhan jangka panjang jamaah terhadap akomodasi yang layak.
Proyek ini akan menekan ketergantungan pada penyewaan hotel yang sering menimbulkan masalah biaya.
Jarak 2–3 kilometer dari Masjidil Haram dinilai cukup ideal dan ramah bagi jamaah yang ingin berjalan kaki.
Pemerintah melalui BP Haji tengah melakukan kajian komprehensif atas lokasi, keamanan, dan kenyamanan bagi jamaah.
Jika terealisasi, Kampung Haji diharapkan menjadi tonggak penting dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia di Tanah Suci. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v