Depok EKOIN.CO – Bank Mandiri meluncurkan program GEMPITA Lestari di Universitas Indonesia (UI) sebagai upaya memperkuat inklusi keuangan sekaligus literasi keuangan berkelanjutan bagi generasi muda. Kegiatan ini berlangsung di Balairung UI, Depok, bertepatan dengan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Jumat (8/8).
Program tersebut difokuskan pada mahasiswa baru sebagai kelompok yang tengah memasuki fase kehidupan dewasa. Melalui edukasi literasi keuangan, keuangan berkelanjutan, hingga fitur eksklusif tabungan, inisiatif ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman yang tepat mengenai keterkaitan keputusan finansial dan keberlanjutan lingkungan.
Bank Mandiri menegaskan bahwa kolaborasi dengan Universitas Indonesia merupakan bagian dari strategi untuk menghadirkan solusi literasi keuangan yang relevan, praktis, dan mampu mendorong generasi muda menjadi agen perubahan. UI sebagai lembaga pendidikan tinggi terakreditasi dipandang tepat dalam mengawal program ini.
“Program GEMPITA Lestari merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam akselerasi literasi keuangan dan keuangan berkelanjutan di kalangan generasi muda,” ungkap Abdul Rahmaan, Vice President Environmental, Social & Governance Group Bank Mandiri dalam keterangan resminya.
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 5.000 mahasiswa baru UI yang berpartisipasi dalam talk show interaktif bertajuk “Green Campus, Bright Future: Membangun Mahasiswa sebagai Agen Perubahan.” Diskusi ini menghadirkan sejumlah tokoh inspiratif yang membahas pentingnya mengelola keuangan bijak sekaligus berkontribusi pada masa depan berkelanjutan.
Fokus Edukasi dan Keuangan Berkelanjutan
Bank Mandiri melalui GEMPITA Lestari tidak hanya memberikan edukasi teoritis, tetapi juga menghadirkan penawaran produk Tabungan Now dengan fitur eksklusif. Dana yang disimpan dalam tabungan ini akan dialokasikan untuk mendukung usaha berkelanjutan, termasuk ekonomi sirkular dan energi terbarukan.
Selain tabungan berorientasi keberlanjutan, transparansi juga diperlihatkan lewat Allocation & Impact Report yang memungkinkan mahasiswa melihat langsung bagaimana dana yang mereka simpan memberikan dampak positif. “Dengan adanya program GEMPITA Lestari, mahasiswa dapat mengelola keuangan pribadi secara optimal sekaligus memberikan dampak nyata pada lingkungan,” tambah Abdul Rahmaan.
Tidak hanya itu, Bank Mandiri menghadirkan booth interaktif dengan berbagai aktivitas edukatif untuk mahasiswa. Booth tersebut menjadi sarana mahasiswa mengenal lebih dekat produk perbankan berkelanjutan yang dirancang khusus mendukung generasi muda.
Kegiatan ini sekaligus menandai komitmen Bank Mandiri yang konsisten memperluas akses keuangan pada generasi muda. Mahasiswa sebagai kelompok potensial di masa depan dipandang sebagai pionir perubahan yang mampu menyatukan aspek finansial dengan kesadaran lingkungan.
Para mahasiswa yang hadir juga diberi kesempatan bertanya langsung terkait strategi mengelola keuangan, membangun pola konsumsi ramah lingkungan, hingga memahami prospek karier di sektor ekonomi hijau.
Komitmen Jangka Panjang Bank Mandiri
Program GEMPITA Lestari dirancang berlangsung hingga Februari 2026. Pada akhir rangkaian, Bank Mandiri akan menyelenggarakan Workshop Sustainable Financing untuk mahasiswa terpilih. Sesi ini membahas strategi mitigasi risiko iklim, penerapan keuangan berkelanjutan di sektor perbankan, serta peluang ekonomi hijau di Indonesia.
Bank Mandiri berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya sekadar memahami konsep finansial dasar, tetapi juga mampu menanamkan prinsip keberlanjutan dalam setiap keputusan ekonomi. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam menciptakan ekosistem keuangan inklusif dan ramah lingkungan.
Abdul Rahmaan menegaskan bahwa generasi muda adalah kunci dalam proses transformasi menuju masa depan berdaya saing dan berkelanjutan. “Generasi muda adalah penggerak utama perubahan. GEMPITA Lestari menjadi wadah untuk mengakselerasi literasi keuangan dan kesadaran keberlanjutan melalui sinergi antara dunia pendidikan dan sektor perbankan,” jelasnya.
Bank Mandiri melihat bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi akan membuka lebih banyak ruang edukasi dan mempercepat inklusi keuangan. UI dipandang sebagai mitra strategis untuk memperkenalkan konsep sustainable finance kepada mahasiswa baru yang akan menjadi agen perubahan.
Dalam jangka panjang, Bank Mandiri optimistis kegiatan ini mampu memperkuat kesadaran mahasiswa bahwa keputusan finansial tidak hanya berdampak pada pribadi, tetapi juga pada masyarakat luas dan lingkungan.
Melalui serangkaian agenda ini, mahasiswa UI memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana industri perbankan dapat menjadi bagian dari solusi keberlanjutan. Keikutsertaan mereka diharapkan menumbuhkan kesadaran akan peran aktif generasi muda.
Bank Mandiri menegaskan bahwa literasi keuangan berkelanjutan tidak lagi sebatas tren, melainkan kebutuhan mendesak di tengah tantangan iklim global. Oleh karena itu, GEMPITA Lestari menjadi jawaban atas kebutuhan generasi muda untuk memahami finansial secara komprehensif.
Dalam perjalanan dua tahun mendatang, Bank Mandiri berencana memperluas cakupan GEMPITA Lestari ke universitas lain di Indonesia. Harapannya, semakin banyak mahasiswa yang terlibat, semakin besar pula dampak yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui langkah ini, Bank Mandiri berusaha memastikan bahwa masa depan ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu pada profit, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
Sebagai penutup, program GEMPITA Lestari memberikan gambaran konkret bagaimana literasi keuangan bisa diselaraskan dengan keberlanjutan. Kehadiran mahasiswa dalam jumlah besar menunjukkan antusiasme tinggi terhadap gagasan ini.
Saran yang dapat diambil adalah pentingnya mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam literasi keuangan berkelanjutan. Program seperti ini sebaiknya diperluas agar tidak hanya menjangkau satu kampus, tetapi juga lembaga pendidikan tinggi lainnya.
Dengan memperbanyak sinergi lintas sektor, Bank Mandiri dan dunia pendidikan dapat menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif. Langkah ini sekaligus menumbuhkan budaya keuangan yang lebih bertanggung jawab di kalangan anak muda.
Selain itu, transparansi seperti Allocation & Impact Report perlu dijadikan standar industri. Hal ini agar nasabah dapat melihat manfaat langsung dari dana yang mereka kelola, sehingga kepercayaan pada perbankan semakin meningkat.
Generasi muda diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan finansial dan kepedulian lingkungan. Dengan begitu, mereka tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga memberi dampak positif pada masyarakat.
Akhirnya, GEMPITA Lestari menjadi contoh nyata bagaimana inovasi di sektor perbankan dapat berpadu dengan keberlanjutan. Program ini mencerminkan arah baru industri finansial Indonesia yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, inklusi, dan kepedulian lingkungan.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v