• Latest
  • Trending
  • All
Dalang Lama di Panggung Baru

Dalang Lama di Panggung Baru

15 November 2025
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman: KUHAP Baru Ini Sangat Revolusioner dan Pasal Keadaan Mendesak

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman: KUHAP Baru Ini Sangat Revolusioner dan Pasal Keadaan Mendesak

4 December 2025
Eks Jubir Febri Diansyah: KPK Sekarang Sudah Jauh Berbeda Sejak 2019

Eks Jubir Febri Diansyah: KPK Sekarang Sudah Jauh Berbeda Sejak 2019

28 November 2025
Soal Krisis Pasokan Gas Alam, DPR RI Desak Transformasi Industri Pupuk ke Arah Organik

Soal Krisis Pasokan Gas Alam, DPR RI Desak Transformasi Industri Pupuk ke Arah Organik

26 November 2025
Dugaan Korupsi Investasi Telkom ke GoTo Harus Diusut Tuntas Kejagung, PRIC: Publik Harus Kawal Transparansi BUMN

Dugaan Korupsi Investasi Telkom ke GoTo Harus Diusut Tuntas Kejagung, PRIC: Publik Harus Kawal Transparansi BUMN

25 November 2025
KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan di MPR, Formappi: Mencoreng Reputasi sebagai Lembaga Negara

Ini Alasan KPK Serahkan Berkas Penyidikan Korupsi Pengadaan Google Cloud ke Kejagung

24 November 2025
Sufmi Dasco Berpotensi Jadi Capres 2029, Pengamat: Posisi dan Manuver Politiknya Sangat Strategis

Sufmi Dasco Berpotensi Jadi Capres 2029, Pengamat: Posisi dan Manuver Politiknya Sangat Strategis

24 November 2025
Jangan Biarkan Indonesia Jatuh di Kaki Mafia, atau Memilih Berdiri Mempertahankannya

Jangan Biarkan Indonesia Jatuh di Kaki Mafia, atau Memilih Berdiri Mempertahankannya

24 November 2025
Kejagung Sebut Tidak Ada Upaya Penggeledahan Rumah Jampidsus, Isu Dihembuskan Koruptor

Jampidsus Limpahkan Kasus Korupsi Petral ke KPK, Kejagung: Para Pihak Diproses Hukum

21 November 2025
Komjen Wahyu Widada Resmi Jabat Irwasum, Komjen Syahardiantono Gantikan Posisi Kabareskrim 

Semua Pihak Harus Hormati Putusan MK Terkait Larangan Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil

20 November 2025
Kejari Jakpus Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Kredit Fiktif Libatkan Manager Bank BUMN 

Kejari Jakpus Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Kredit Fiktif Libatkan Manager Bank BUMN 

20 November 2025
Kejagung Sebut Tidak Ada Upaya Penggeledahan Rumah Jampidsus, Isu Dihembuskan Koruptor

Kejagung Kaji Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Korupsi di Kabupaten Pangandaran 

18 November 2025
Kejagung Respons Isu Polisi Akan Geledah Rumah Jampidsus, Meski Tidak Terkait Tindak Pidana 

Peroleh Alat Bukti Baru, Kejagung Lakukan Penyelidikan Baru Dugaan Korupsi Investasi PT Telkom ke Goto

17 November 2025
Friday, December 5, 2025
  • Login
EKOIN.CO
  • HOME
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • HUKUM
    • POLITIK
    • CEK FAKTA
    • BERITA VIDEO
    • BERITA FOTO
  • ENTERTAINT
    • DESTINASI
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • EBOOK
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAH RAGA
    • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • HOME
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • HUKUM
    • POLITIK
    • CEK FAKTA
    • BERITA VIDEO
    • BERITA FOTO
  • ENTERTAINT
    • DESTINASI
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • EBOOK
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAH RAGA
    • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
EKOIN.CO
No Result
View All Result
  • HOME
  • EKOBIS
  • PERISTIWA
  • POLKUM
  • ENTERTAINT
  • RAGAM
Home PERISTIWA OPINI

Dalang Lama di Panggung Baru

Setelah dua periode berkuasa, Jokowi seolah telah turun dari takhta, tetapi bayangannya masih tinggal di setiap ruang kekuasaan. Ia mungkin tidak lagi duduk di kursi presiden, tapi denyut politiknya masih terasa di jantung pemerintahan baru.

by Yudi Permana
15 November 2025, 00:20
in OPINI, POLITIK
Reading Time: 4 mins read
235
A A
0
Dalang Lama di Panggung Baru
481
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ekoin.co – Di republik ini, kekuasaan jarang benar-benar pergi. Ia hanya berganti wajah, mengganti jas, dan berpindah kursi. Setelah dua periode berkuasa, Jokowi seolah telah turun dari takhta, tetapi bayangannya masih tinggal di setiap ruang kekuasaan. Ia mungkin tidak lagi duduk di kursi presiden, tapi denyut politiknya masih terasa di jantung pemerintahan baru.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Putranya kini menjadi wakil presiden. Loyalisnya menempati kursi menteri. Relawan dan ormasnya menjelma menjadi kekuatan sosial dengan disiplin politik yang nyaris militeristik. “Genk Solo,” begitu mereka dijuluki, seolah mewakili satu dinasti yang tak rela kekuasaan berhenti bersama masa jabatan.

RelatedPosts

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman: KUHAP Baru Ini Sangat Revolusioner dan Pasal Keadaan Mendesak

Soal Krisis Pasokan Gas Alam, DPR RI Desak Transformasi Industri Pupuk ke Arah Organik

Sufmi Dasco Berpotensi Jadi Capres 2029, Pengamat: Posisi dan Manuver Politiknya Sangat Strategis

Fenomena ini membuat kita bertanya, apakah Indonesia sedang mengalami transisi kekuasaan, atau sekadar perpanjangan tangan dari rezim lama dengan kostum baru? Apakah Prabowo benar-benar memimpin, ataukah ia hanya memainkan naskah yang sudah disiapkan sebelumnya?

Operasi Garis Dalam dan Politik Bayangan

Dalam dunia intelijen, ada istilah inside operation, yakni operasi yang bekerja dari dalam untuk memengaruhi arah sistem tanpa perlu kudeta.

Tanda-tandanya ada di mana-mana. Kabinet yang diisi wajah-wajah loyalis lama. Lembaga hukum dan keamanan yang masih dikendalikan oleh orang-orang dengan sejarah panjang kedekatan pada kekuasaan sebelumnya.

Dan yang paling halus, jaringan media dan buzzer yang terus mengatur arah opini publik, membentuk narasi, membolak-balikkan persepsi rakyat dengan algoritma. Disinilah titik paling berbahaya bagi sebuah negara demokrasi.

Ketika kekuasaan formal dikendalikan oleh kekuatan informal, maka demokrasi berubah menjadi sandiwara. Pemilu tetap digelar, rakyat tetap memilih, tetapi arah negara ditentukan oleh tangan-tangan tak terlihat.

Carl von Clausewitz pernah menyebut center of gravity, yaitu pusat gravitasi kekuatan lawan yang mesti dihantam bila ingin melumpuhkannya.

Dalam konteks Indonesia hari ini, pusat gravitasi itu adalah legitimasi. Dan yang sedang dimainkan oleh “garis dalam” adalah pelemahan legitimasi Prabowo dari dalam sistemnya sendiri.

Serangkaian kebijakan yang tampak tak sinkron, seperti polemik proyek kereta cepat Whoosh, atau pembentukan tim reformasi Polri yang berisi tokoh-tokoh lama, bukan hanya soal teknis. Ia adalah bom waktu kepercayaan publik. Setiap kebingungan pemerintah adalah energi politik bagi lawan yang bermain dari dalam.

Kekuasaan yang Tak Mau Mati

Fenomena ini bukan baru. Sejarah menunjukkan, banyak pemimpin yang gagal melepaskan diri dari magnet kekuasaan yang pernah mereka nikmati.

Ferdinand Marcos di Filipina, Soeharto di Indonesia, atau Putin di Rusia, semuanya membangun struktur kekuasaan yang membuat mereka tetap berkuasa, bahkan setelah jabatan formal selesai.

Kini bayangan itu hidup dalam wajah “Jokowi rebond 2029.” Ambisi politik yang tak pernah padam, disertai mesin sosial yang tetap aktif di lapangan: jaringan relawan, ormas, media, dan buzzer yang terorganisir secara hierarkis.

Mereka bekerja dengan pola cell system, dimana setiap simpul memiliki lima di bawahnya, membangun jaringan opini seperti semut yang bekerja tanpa henti. Tujuannya bukan sekadar mempertahankan nama, tapi mempersiapkan jalan bagi kebangkitan dinasti.

Operasi ini bekerja halus, dengan menciptakan kesan bahwa pemerintahan baru tidak efektif, menebar narasi bahwa presiden tak berdaya, dan menyuburkan stigma “presiden omon-omon.”
Dan ketika kekecewaan rakyat mencapai titik jenuh, percikan itu bisa berubah menjadi ledakan sosial.

Demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025 hanyalah uji coba kecil dari gelombang yang lebih besar: bentrokan antara frustrasi rakyat dan aparat negara yang kelelahan menghadapi politik yang tak kunjung jujur.

Negara dalam Cermin Retak

Indonesia kini seperti rumah besar dengan dua penguasa. Yang satu memegang kunci resmi, yang lain masih menguasai peta jalan di kepalanya. Dan di antara keduanya, rakyat berdiri bingung, siapa yang sebenarnya sedang memimpin negeri ini?

Guillermo O’Donnell menyebutnya delegative democracy, yaitu demokrasi yang tampak hidup di atas kertas, tapi sesungguhnya dikendalikan oleh sekelompok kecil elite yang saling menjaga kepentingan.

Ketika institusi negara dikerdilkan menjadi alat, dan pejabat publik diangkat bukan karena kapasitas tapi karena loyalitas, maka yang lahir bukan pemerintahan, melainkan perpanjangan tangan oligarki.

Jika dibiarkan, ini bukan sekadar soal politik. Ia akan menjadi soal moral, tentang kesetiaan pejabat pada negara, bukan pada patron. Tentang keberanian presiden untuk memutus mata rantai kekuasaan lama, bukan menegosiasikannya.

Jika Prabowo gagal menegakkan jarak itu, maka ia akan berakhir seperti banyak pemimpin lain yang menjadi sandera sejarahnya sendiri sebagai pemimpin yang berkuasa tapi tak pernah benar-benar memerintah.

Antara Bayang dan Negarawan

Bangsa ini tidak butuh presiden yang menambah panjang daftar kompromi. Ia butuh pemimpin yang berani melawan arus, bahkan jika arus itu datang dari tangan yang dulu mengangkatnya.

Negarawan diukur bukan dari lamanya berkuasa, tapi dari keberaniannya mengatakan “tidak” kepada kekuasaan yang salah arah.

Prabowo punya peluang menjadi sosok itu, jika ia mampu melihat bahwa bayangan yang mengikuti langkahnya bukan teman, tapi ujian sejarah. Ia harus memilih, menjadi dalang baru yang memainkan boneka lama, atau memutus tali kendali itu dan menulis babak baru republik ini.

Sejarah bangsa tidak akan mencatat siapa yang paling banyak berkompromi. Sejarah hanya mengingat siapa yang berani melawan ketika kekuasaan kehilangan moralnya.

Kekuasaan yang terlalu lama berdiam di satu poros akan menimbulkan bau busuk yang pelan-pelan mengaburkan batas antara kebenaran dan kepentingan.

Dan ketika republik mulai sulit membedakan keduanya, yang tersisa hanyalah ritual demokrasi tanpa jiwa. Kita sedang menuju ke sana, kecuali ada yang berani memutus garis dalam itu, bukan dengan dendam, tapi dengan ketegasan seorang negarawan.

Karena pada akhirnya, ancaman terbesar bagi republik ini bukanlah musuh dari luar, melainkan bayang-bayang kekuasaan yang tak mau mati di dalam. (*)

Penulis : Sri Radjasa, M.BA (Pemerhati Intelijen)

Tags: Dalang LamaGeng SoloJokowiMantan PresidenPanggung BaruPemerintahan BaruPemerintahan SebelumnyaPresiden Prabowo
Share192Tweet120
Yudi Permana

Yudi Permana

Related Posts

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman: KUHAP Baru Ini Sangat Revolusioner dan Pasal Keadaan Mendesak

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman: KUHAP Baru Ini Sangat Revolusioner dan Pasal Keadaan Mendesak

by Yudi Permana
4 December 2025
0

Jakarta, ekoin.co – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menampik sejumlah isu yang beredar di masyarakat soal dampak negatif Kitab...

Soal Krisis Pasokan Gas Alam, DPR RI Desak Transformasi Industri Pupuk ke Arah Organik

Soal Krisis Pasokan Gas Alam, DPR RI Desak Transformasi Industri Pupuk ke Arah Organik

by Yudi Permana
26 November 2025
0

Jakarta, ekoin.co - Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo menegaskan, persoalan gas alam yang terus membayangi industri pupuk nasional...

Sufmi Dasco Berpotensi Jadi Capres 2029, Pengamat: Posisi dan Manuver Politiknya Sangat Strategis

Sufmi Dasco Berpotensi Jadi Capres 2029, Pengamat: Posisi dan Manuver Politiknya Sangat Strategis

by Yudi Permana
24 November 2025
0

Jakarta, ekoin.co — Nama Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI dan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, semakin menguat dalam...

Jangan Biarkan Indonesia Jatuh di Kaki Mafia, atau Memilih Berdiri Mempertahankannya

Jangan Biarkan Indonesia Jatuh di Kaki Mafia, atau Memilih Berdiri Mempertahankannya

by Yudi Permana
24 November 2025
0

Ekoin.co - Delapan puluh tahun sejak Proklamasi, republik ini terus bergerak di antara idealisme para pendiri bangsa dan realitas politik-ekonomi...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Warga Isi BBM Subsidi Harus Tunjuk STNK

Warga Isi BBM Subsidi Harus Tunjuk STNK

21 September 2025
Muncul Masalah Baru Mobil Listrik Hyundai Setelah Di-recall

Muncul Masalah Baru Mobil Listrik Hyundai Setelah Di-recall

24 March 2025
“Sukses di Kampus dan Beyond: 10 Soft Skill yang Harus Dipersiapkan Sebelum Masuk Kuliah”

“Sukses di Kampus dan Beyond: 10 Soft Skill yang Harus Dipersiapkan Sebelum Masuk Kuliah”

24 March 2025
Adhel Laporkan Dedi Mulyadi ke Bareskrim Polisi

Adhel Laporkan Dedi Mulyadi ke Bareskrim Polisi

0
Penumpang Lompat ke Laut  KM Barcelona VA Rute Talaud–Manado Terbakar

Penumpang Lompat ke Laut KM Barcelona VA Rute Talaud–Manado Terbakar

0
Studi: Makanan Tradisional Tingkatkan Sistem Imun Jamur hingga Kelor Ampuh Cegah Penyakit Kronis

Studi: Makanan Tradisional Tingkatkan Sistem Imun Jamur hingga Kelor Ampuh Cegah Penyakit Kronis

0
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman: KUHAP Baru Ini Sangat Revolusioner dan Pasal Keadaan Mendesak

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman: KUHAP Baru Ini Sangat Revolusioner dan Pasal Keadaan Mendesak

4 December 2025
Eks Jubir Febri Diansyah: KPK Sekarang Sudah Jauh Berbeda Sejak 2019

Eks Jubir Febri Diansyah: KPK Sekarang Sudah Jauh Berbeda Sejak 2019

28 November 2025
Soal Krisis Pasokan Gas Alam, DPR RI Desak Transformasi Industri Pupuk ke Arah Organik

Soal Krisis Pasokan Gas Alam, DPR RI Desak Transformasi Industri Pupuk ke Arah Organik

26 November 2025
EKOIN.CO

Copyright © 2015 EKOIN.CO Created by : Ibnu Gozali

Navigate Site

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HOME
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • PROPERTI
    • INDUSTRI
    • PERTANIAN
    • INFRASTRUKTUR
    • UMKM
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • BERITA FOTO
    • CEK FAKTA
  • ENTERTAINT
    • DESTINASI
    • HIBURAN
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SELEBRITI
    • TEKNOLOGI
    • OLAH RAGA
  • PERISTIWA
    • BREAKING NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • LINGKUNGAN
    • ENERGI
  • RAGAM
    • TIPS
    • PROFIL
    • HIKMAH
    • EDUKASI
    • OPINI
    • SOSIAL
    • EBOOK
    • SENI & BUDAYA

Copyright © 2015 EKOIN.CO Created by : Ibnu Gozali