Jakarta, EKOIN.CO – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu tulang punggung ekonomi kerakyatan melalui jalur keuangan syariah. Dengan program UMKM naik kelas, perseroan mendorong kewirausahaan masyarakat, yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja berkualitas. Program ini sejalan dengan Asta Cita pemerintah yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat.
Untuk mendukung UMKM naik kelas, BSI melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah pendirian BSI UMKM Center, yaitu pusat pendampingan UMKM yang menjadi pusat bagi para pelaku usaha dari hulu hingga hilir. Pusat ini menyediakan layanan terpadu yang membantu UMKM untuk berkembang secara berkelanjutan.
BSI UMKM Center berfungsi sebagai learning center yang memberikan pendampingan usaha, pelatihan, kemudahan akses pembiayaan, sertifikasi produk halal, hingga memberikan penghargaan bagi para UMKM yang berprestasi. Selain itu, BSI UMKM Center juga memfasilitasi pertemuan antara UMKM dengan pembeli potensial, baik domestik maupun internasional, melalui Business Matching.
Corporate Secretary Bank Syariah Indonesia, Wisnu Sunandar, mengungkapkan bahwa nasabah binaan BSI UMKM Center terus bertambah. “Hingga Juni 2025, BSI UMKM Center sudah ada di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar dengan lebih dari 4.900 UMKM binaan, naik 9% secara year on year (YOY),” ujarnya. Data ini menunjukkan efektivitas program dan minat pelaku UMKM untuk bergabung.
Konsistensi perseroan terhadap UMKM mendorong pembiayaan UMKM BSI per Mei 2025 mencapai Rp51,80 Triliun, naik 11,15%. Angka ini mencerminkan komitmen finansial BSI dalam mendukung pertumbuhan sektor UMKM, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada perekonomian nasional.
Di sisi lain, BSI juga melaksanakan business matching UMKM dengan para pembeli luar negeri pada acara BSI International Expo 2025. Acara ini berhasil mencatatkan 30 penandatanganan MoU business matching dengan potensi transaksi mencapai USD20,8 juta. Pertemuan bisnis ini diikuti oleh 52 pembeli dari berbagai negara, membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi UMKM binaan BSI.
Dukungan BSI terhadap segmen ini tidak hanya memberikan potensi pengembangan bisnis UMKM, tetapi juga meningkatkan tingkat inklusi keuangan syariah. Caranya dilakukan BSI dengan menggandeng nasabah UMKM sebagai perluasan kanal distribusi BSI. Sebanyak 150 UMKM binaan saat ini menjadi BSI Agen, yang memasarkan layanan dan produk syariah BSI agar semakin dekat dengan nasabah di berbagai daerah.
Selain itu, saat ini sekitar 43% UMKM binaan BSI mulai beralih ke transaksi digital melalui superapps BYOND by BSI. Penggunaan teknologi ini mempermudah manajemen keuangan UMKM yang berskala mikro. Digitalisasi ini memudahkan nasabah UMKM mengelola keuangan lebih rapi dan nantinya dapat melihat potensi peningkatan pendapatannya secara lebih jelas.
Lebih jauh, Wisnu mengungkapkan, “UMKM menjadi salah satu pintu masuk untuk mendorong pertumbuhan industri halal. Inilah yang terus kami bangun, mulai dari menciptakan pusat komunitas UMKM, pelatihan dan pendampingan, hingga kemudahan akses pembiayaan dan proses sertifikasi halal,” ujarnya.
Wisnu menambahkan peran UMKM ini menjadi arus ekonomi baru untuk menciptakan pertumbuhan usaha-usaha kreatif melalui pemberdayaan masyarakat. Hal inilah yang terus dikembangkan oleh BSI, salah satunya melalui BSI UMKM Center di sejumlah kota potensial. Kehadiran pusat-pusat ini menjadikan BSI sebagai mitra strategis untuk transaksi keuangan para pelaku UMKM.

Strategi Komprehensif Mendukung UMKM
Model bisnis BSI dalam mendukung UMKM terlihat sangat komprehensif. BSI tidak hanya menyediakan akses permodalan, tetapi juga membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Mulai dari pelatihan dasar, pendampingan, hingga fasilitasi pemasaran produk ke pasar global, BSI memastikan bahwa UMKM binaannya memiliki semua alat yang diperlukan untuk sukses.
Langkah-langkah strategis seperti business matching dengan pembeli internasional membuktikan bahwa BSI tidak hanya berfokus pada pasar domestik. Ini memberikan kesempatan bagi UMKM lokal untuk menembus pasar global, meningkatkan daya saing, dan membawa produk-produk Indonesia ke kancah internasional.
Digitalisasi dan Inklusi Keuangan Syariah
Penggunaan superapps BYOND by BSI menunjukkan bahwa digitalisasi menjadi bagian integral dari strategi BSI dalam memberdayakan UMKM. Dengan mempermudah manajemen keuangan melalui teknologi, BSI membantu UMKM beralih dari praktik tradisional ke praktik yang lebih modern dan efisien. Hal ini adalah kunci untuk pertumbuhan bisnis yang terukur dan berkelanjutan.
Di sisi lain, keterlibatan UMKM sebagai BSI Agen adalah strategi cerdas untuk memperluas inklusi keuangan syariah. Dengan menjadikan pelaku UMKM sebagai agen, BSI tidak hanya memperluas jaringan distribusinya, tetapi juga memberdayakan mereka secara ekonomi. Ini menciptakan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan.
Komitmen BSI dalam mendukung UMKM naik kelas adalah investasi jangka panjang untuk perekonomian Indonesia. Dengan terus menguatkan sektor ini, BSI berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan fondasi ekonomi nasional.
Melalui pendekatan yang holistik dan berorientasi pada ekosistem, BSI menunjukkan bahwa bank syariah dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Keberhasilan ini tidak hanya diukur dari angka pembiayaan, tetapi juga dari dampak sosial yang dihasilkan.
BSI UMKM Center dan berbagai program pendukung lainnya adalah bukti nyata bahwa bank ini tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pada misi sosial untuk memberdayakan masyarakat. Ini adalah langkah yang patut diapresiasi, karena BSI tidak hanya menciptakan nasabah, tetapi juga menciptakan wirausahawan yang tangguh.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





