PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat kinerja positif pada Juli 2025, didorong oleh pertumbuhan signifikan pada bisnis emas. Peningkatan ini merupakan bagian dari strategi BSI untuk memperkuat ekosistem syariah dan mendorong bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Layanan BSI Emas yang baru diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025 kini telah menembus 1 ton emas, menjadi salah satu instrumen investasi syariah yang diminati masyarakat. Pertumbuhan ini tercermin dari lonjakan saldo BSI Emas dalam gramase mencapai 110% secara tahunan (dari Desember 2024 hingga Juni 2025) dan jumlah transaksi pembelian emas melalui aplikasi BYOND yang meningkat 191% pada periode yang sama.
Peningkatan ini menunjukkan bagaimana emas menjadi pilihan investasi yang aman dan stabil. Emas memiliki sifat safe haven yang membuatnya tahan terhadap inflasi dan gejolak ekonomi, menjadikannya pilihan menarik di mata investor. Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, mengatakan, “Emas masih jadi investasi yang digemari masyarakat sejalan sifatnya yang safe haven, mudah, dan tahan terhadap inflasi. Untuk itu, kami terus mendorong inovasi investasi emas melalui BSI Emas, Cicil Emas, Gadai Emas, dan BSI Gold.”
Bisnis emas tidak hanya memberikan pengaruh positif terhadap pembiayaan, tetapi juga menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan fee based income (FBI) perusahaan. Secara keseluruhan, fee based income BSI pada posisi Juli 2025 tumbuh sekitar 34,33% secara tahunan. Capaian ini didorong oleh tiga segmen utama, yaitu bisnis emas, Treasury, dan E-Channel. Bisnis emas membukukan pertumbuhan di atas 60%, sementara Treasury dan E-channel masing-masing mencatatkan pertumbuhan 30% dan 20an%.
Inovasi Layanan Menjadi Kunci Pertumbuhan
BSI terus berinovasi dalam layanan dan produknya untuk mengoptimalkan potensi pasar dan memberikan nilai lebih kepada nasabah. Inovasi ini selaras dengan tujuan BSI untuk menjadi bagian integral dari ekosistem syariah yang kuat di Indonesia. Wisnu Sunandar menyatakan, “BSI terus menggali potensi bisnis yang sehat dan sustain serta inovasi layanan dan produk yang optimal kepada nasabah. BSI memiliki beberapa produk yang memiliki unique value proposition terutama terkait syariah. Dua layanan yang memiliki unique value bank syariah yakni bisnis emas dan haji.”
Pengembangan ekosistem syariah ini tidak hanya berfokus pada produk individual, tetapi juga menciptakan sebuah lingkaran tertutup (close loop) ekosistem yang menyeluruh, dari hulu ke hilir. Ekosistem ini mencakup pendanaan, pembiayaan, dan transaksi yang semuanya terintegrasi dalam layanan BSI.

Strategi Ekosistem Menyeluruh
Wisnu Sunandar menjelaskan strategi ini, “Untuk menjaga performa bisnis ini, BSI terus mengembangkan islamic ecosystem mulai dari hulu hingga hilir dan merangkum dalam close loop ekosistem end to end mulai dari pendanaan, pembiayaan dan terakhir di transaksi melalui BSI. Harapannya ini akan jadi satu ekosistem bisnis yang nantinya bisa mendorong fee based income (FBI). Kami bersyukur pemilihan bisnis yang tepat saat ini membantu mendorong kinerja Perusahaan.”
Pertumbuhan bisnis emas yang signifikan ini menunjukkan bagaimana strategi yang tepat dalam memilih segmen pasar dapat membantu mendorong kinerja perusahaan secara keseluruhan. BSI tidak hanya berfokus pada satu produk, tetapi juga membangun sebuah sistem yang saling mendukung. Dengan mengintegrasikan berbagai layanan syariah seperti emas dan haji, BSI menciptakan nilai tambah yang unik dan menarik bagi nasabah.
Selain itu, keberhasilan ini juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi syariah. Layanan BSI Emas yang mudah diakses dan aman, didukung oleh platform digital seperti BYOND, telah membuka peluang baru bagi berbagai kalangan untuk berinvestasi. Kemudahan ini sejalan dengan tren digitalisasi yang terus berkembang di sektor keuangan, memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja.
Pertumbuhan BSI Emas yang menembus 1 ton adalah bukti nyata dari kepercayaan masyarakat terhadap produk investasi syariah yang ditawarkan oleh BSI. Angka ini tidak hanya sekadar statistik, tetapi juga representasi dari ribuan nasabah yang telah memilih BSI sebagai mitra keuangan mereka.
Dengan terus mengembangkan layanan yang berlandaskan prinsip syariah, BSI tidak hanya berupaya mencapai target bisnis, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi syariah yang lebih besar di Indonesia. Fokus pada ekosistem syariah ini membedakan BSI dari bank konvensional dan memberikan nilai kompetitif yang kuat. Ke depan, BSI berencana untuk terus memperluas layanan dan produknya, memastikan bahwa mereka tetap relevan dan menjadi pilihan utama bagi nasabah.
BSI juga memahami bahwa keberlanjutan bisnis tidak hanya bergantung pada angka, tetapi juga pada inovasi dan adaptasi terhadap kebutuhan pasar. Oleh karena itu, perusahaan terus memantau tren dan preferensi nasabah untuk memastikan layanan yang ditawarkan selalu relevan dan memberikan solusi terbaik.
Sinergi antara berbagai divisi dalam BSI, dari Treasury, E-Channel, hingga bisnis emas, telah menciptakan momentum yang kuat. Setiap segmen memberikan kontribusi unik, dan bersama-sama mereka memperkuat posisi BSI sebagai pemimpin di pasar perbankan syariah.
Keberhasilan BSI dalam mendorong bisnis emas adalah contoh bagaimana bank syariah dapat tumbuh dan bersaing secara efektif di pasar keuangan yang kompetitif. Dengan mengandalkan nilai-nilai syariah sebagai landasan, BSI telah berhasil menciptakan produk yang tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Seluruh pencapaian ini menegaskan komitmen BSI untuk menjadi bank yang sustain dan terus berkembang, memberikan manfaat tidak hanya bagi pemegang saham tetapi juga bagi masyarakat dan ekonomi secara luas.
Dengan terus menggali potensi bisnis yang sehat dan berkelanjutan, BSI menunjukkan bahwa perbankan syariah memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusi yang signifikan dari bisnis emas dan segmen lainnya menjadi indikasi bahwa strategi ini berjalan sesuai rencana.
Layanan BSI Emas menjadi contoh yang paling menonjol dari keberhasilan ini. Investasi emas tidak hanya dilihat sebagai cara untuk melindungi aset, tetapi juga sebagai alat untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang. Produk BSI Emas, Cicil Emas, Gadai Emas, dan BSI Gold memberikan berbagai opsi bagi nasabah untuk mengelola investasi emas mereka sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Secara keseluruhan, pertumbuhan yang tercatat oleh BSI pada Juli 2025 merupakan cerminan dari strategi yang matang dan eksekusi yang efisien. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem syariah, BSI telah menemukan formula yang tepat untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Pencapaian BSI yang menembus 1 ton emas menunjukkan adanya permintaan yang kuat dari masyarakat terhadap instrumen investasi syariah. Ini menjadi bukti bahwa perbankan syariah dapat bersaing dan menjadi pilihan utama di antara berbagai pilihan investasi yang ada di pasar.
BSI terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dan inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Strategi ini diharapkan akan terus mendorong kinerja perusahaan ke depan, menjaga posisinya sebagai pemimpin di sektor perbankan syariah.
Dengan semua capaian tersebut, BSI tidak hanya mencatatkan pertumbuhan finansial yang kuat tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pilar penting dalam ekonomi syariah Indonesia.
Peningkatan signifikan pada bisnis emas BSI menunjukkan keberhasilan strategi perusahaan dalam mendorong ekosistem syariah. Pertumbuhan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan fee based income, tetapi juga menegaskan kepercayaan masyarakat pada instrumen investasi syariah. Inovasi produk dan layanan yang optimal, seperti BSI Emas, Cicil Emas, dan Gadai Emas, telah membuka akses bagi masyarakat untuk berinvestasi dengan mudah dan aman. Dengan terus mengembangkan ekosistem yang terintegrasi, BSI mampu menciptakan nilai tambah yang membedakannya dari kompetitor.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa fokus pada produk dengan unique value proposition, seperti bisnis emas dan haji, dapat menjadi kunci pertumbuhan yang berkelanjutan. Model bisnis close loop yang menghubungkan pendanaan, pembiayaan, dan transaksi menjadi fondasi yang kuat untuk menjaga performa bisnis. Keberhasilan BSI dalam meraih 1 ton emas adalah cerminan dari tingginya minat masyarakat pada investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, BSI perlu terus berinvestasi dalam teknologi dan inovasi produk. Peningkatan platform digital seperti BYOND akan semakin mempermudah nasabah dalam bertransaksi, sehingga memperluas jangkauan pasar. Selain itu, edukasi mengenai manfaat investasi syariah perlu terus digencarkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan menarik lebih banyak nasabah baru.
Selain itu, BSI juga disarankan untuk mengeksplorasi lebih banyak segmen bisnis lain yang memiliki potensi serupa. Dengan diversifikasi portofolio layanan, perusahaan dapat mengurangi risiko dan memastikan pertumbuhan yang lebih stabil di masa depan. Pengembangan ekosistem syariah tidak hanya terbatas pada emas dan haji, tetapi dapat merambah ke sektor-sektor lain yang relevan.
Pada akhirnya, keberhasilan BSI menunjukkan bahwa bank syariah memiliki potensi besar untuk menjadi pilar utama dalam perekonomian. Dengan terus berpegang pada prinsip-prinsip syariah sambil berinovasi, BSI dapat terus memperkuat posisinya dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v”





