JAKARTA EKOIN.CO – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar demonstrasi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2025). Aksi ini digelar sebagai respons atas tindakan represif aparat kepolisian, termasuk viralnya insiden seorang pengemudi ojek online (ojol) yang diduga terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada demo 28 Agustus.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Koordinator BEM UI, Bima, menegaskan bahwa aksi ini dilatarbelakangi solidaritas terhadap perjuangan rakyat yang dinilai terciderai oleh tindakan brutal aparat.
“Ini dilatarbelakangi oleh solidaritas perjuangan rakyat yang diciderai oleh brutalitas dan tindakan represif oleh aparat kepolisian,” ujar Bima.
Mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama dalam aksi kali ini, antara lain menuntut Polri bertanggung jawab atas kekerasan terhadap massa aksi, mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolri, menghukum anggota Polri yang melakukan kekerasan, membebaskan seluruh massa aksi yang ditahan, serta menuntut reformasi institusi Polri.
Bima menyebutkan sekitar 150 mahasiswa dari Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia (IKM UI) telah mendaftar untuk ikut serta, dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah.
Selain BEM UI, BEM SI juga turun ke jalan dengan isu serupa. Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Muhammad Ikram, menegaskan mahasiswa tidak bisa menerima kondisi yang terjadi pasca insiden.
“Kami akan turun menyikapi kondisi yang sama sekali tidak dapat dimaklumi,” kata Ikram.
Menurutnya, aksi ini dipicu kemarahan mahasiswa atas peristiwa viral di media sosial, ketika seorang pengemudi ojol diduga terlindas rantis Brimob saat berusaha menghindar dari kerumunan.
“Tidak dapat berkata-kata melihat kondisi hari ini, juga imbauan kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk turun ke jalan dan menuntut keadilan dan tanggung jawab presiden terhadap semua kisruh yang terjadi,” tegas Ikram.
Ikram menambahkan bahwa pihaknya masih mendiskusikan lokasi aksi dengan tiga opsi: Mako Brimob, Mabes Polri, dan Polda Metro Jaya.
Kronologi Insiden Ojol Dilindas Rantis
Sebuah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kendaraan taktis bertuliskan Brimob melaju cepat ketika warga berhamburan. Mobil lapis baja itu kemudian melindas seorang pengendara ojol yang berusaha menghindar, memicu kepanikan warga dan membuat massa yang semula bubar kembali mengepung kendaraan tersebut.
Kejadian ini memicu kritik luas terhadap penggunaan kekuatan aparat, terutama di media sosial, di mana banyak warganet menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap tindakan represif Polri.
BEM UI dan BEM SI menekankan bahwa tujuan utama aksi mereka adalah menegakkan keadilan dan menuntut pertanggungjawaban pihak berwenang atas insiden tersebut.
Para mahasiswa juga menyerukan agar semua elemen masyarakat ikut memantau jalannya aksi, demi memastikan keamanan dan kelancaran demonstrasi.
Selain menuntut pertanggungjawaban aparat, mahasiswa menyoroti pentingnya reformasi institusi Polri agar tidak terjadi penyimpangan dalam tugas pokok dan wewenang.
Kehadiran massa mahasiswa diperkirakan akan meningkat seiring berjalannya waktu, dengan berbagai organisasi mahasiswa dari kampus lain yang menyatakan dukungan.
Aksi ini menjadi salah satu momentum penting dalam menyoroti isu kekerasan aparat terhadap masyarakat sipil, khususnya saat demonstrasi berlangsung.
Mahasiswa berharap melalui aksi ini, pemerintah dan Polri lebih memperhatikan hak-hak warga, serta menindak tegas anggota yang melakukan pelanggaran hukum.
Sejumlah pengamat menilai, demonstrasi mahasiswa ini mencerminkan kekecewaan publik terhadap praktik represif yang terjadi selama beberapa aksi sebelumnya, termasuk insiden ojol terlindas rantis.
Ketegangan antara aparat dan mahasiswa diprediksi akan menjadi sorotan nasional, dengan dukungan masyarakat yang mengutamakan keadilan dan keselamatan warga.
Mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk tetap damai, namun tegas dalam menyuarakan tuntutan terkait insiden yang viral di media sosial ini.
Akhirnya, demonstrasi ini bukan sekadar protes, tetapi simbol solidaritas mahasiswa dalam memperjuangkan hak-hak rakyat dan menegakkan keadilan di tengah situasi yang penuh ketegangan.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v