Jakarta, Ekoin.co – Massa aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada Kamis, 28 Agustus 2025, dipukul mundur oleh aparat kepolisian sekitar pukul 16.00 WIB. Ribuan demonstran yang sebelumnya berkumpul sejak pagi terpaksa mundur ke arah KS Tubun setelah polisi menembakkan gas air mata.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Kronologi Awal Aksi Demo
Sejak pukul 09.30 WIB, massa dari berbagai elemen mulai berdatangan ke kawasan Gedung DPR RI. Mereka menggelar aksi protes menyoroti isu gaji anggota DPR yang disebut mencapai Rp3 juta per hari serta sejumlah kebijakan yang dinilai tidak masuk akal.
Situasi sempat berlangsung tertib pada pagi hingga siang hari. Namun, menjelang pukul 15.45 WIB, gesekan mulai terjadi antara massa dan aparat yang berjaga. Polisi mencoba membubarkan kerumunan yang semakin padat, sementara demonstran bertahan di depan gedung parlemen.
Pada pukul 16.00 WIB, aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk memukul mundur massa. Sebagian demonstran mengalami perih di mata serta sesak napas akibat paparan gas tersebut. Mereka kemudian berlarian menuju arah KS Tubun untuk menghindari kontak langsung dengan polisi.
Banyak di antara peserta aksi yang mundur jauh hingga mencapai persimpangan lampu lalu lintas KS Tubun. Di lokasi itu, massa kembali berkumpul dan mencoba bertahan. Kondisi jalanan pun semakin padat karena kedatangan peserta aksi tambahan yang baru tiba di kawasan tersebut.
Ketegangan di Persimpangan KS Tubun
Sekitar pukul 16.05 WIB, aparat kembali menembakkan gas air mata ke arah kerumunan di simpang KS Tubun. Namun, kali ini demonstran melawan dengan melemparkan kembali tabung gas air mata yang telah ditembakkan ke arah barisan polisi. Suasana berubah semakin tegang dan ricuh.
Massa kemudian menggunakan pagar pembatas proyek jalan sebagai pelindung dari serangan gas air mata. Mereka mencoba bertahan meskipun kondisi di lapangan semakin tidak kondusif. Bentrokan berulang kali terjadi di kawasan persimpangan tersebut.
Hingga pukul 16.34 WIB, situasi di persimpangan KS Tubun masih mencekam. Ratusan aparat kepolisian ditambah pasukan TNI dikerahkan untuk mengendalikan keadaan. Penebalan pasukan dilakukan agar kerumunan dapat segera dikendalikan dan menghindari potensi meluasnya bentrokan ke jalan-jalan lain.
Sejumlah saksi mata di lokasi menyebutkan, suasana penuh asap gas air mata membuat pengendara umum yang melintas ikut terganggu. Beberapa pengendara bahkan harus memutar arah karena jalan ditutup sementara.
Aksi saling dorong sempat terjadi ketika massa mencoba merangsek maju kembali ke arah Gedung DPR. Namun, barisan aparat yang rapat berhasil menahan pergerakan massa. Hingga petang, kepolisian tetap berjaga di lokasi untuk mengantisipasi eskalasi lanjutan.
Menurut keterangan sejumlah peserta aksi, mereka menegaskan bahwa tujuan aksi adalah untuk menyuarakan keadilan dan menolak kebijakan yang dianggap merugikan rakyat. Mereka mengaku akan terus melakukan aksi sampai tuntutan didengar oleh pemerintah maupun DPR.
Dalam kejadian tersebut banyak jalanan yang ditutup baik jalan raya hingga jalan tol di tutup sementara hingga waktu yang belum bisa di tentukan, dikarenakan kondisi keadaan disekitaran wilayah DPR ricuh .