Jakarta, EKOIN.CO – Gejala kanker kulit menjadi salah satu tanda penting yang perlu dikenali sejak dini agar tidak berkembang menjadi lebih berbahaya. Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan, bercak, atau tahi lalat baru yang memiliki bentuk, warna, maupun ukuran tidak normal. Deteksi dini memungkinkan pasien mendapatkan penanganan yang tepat, baik melalui operasi maupun tanpa operasi.
Gabung WA Channel EKOIN untuk berita terbaru
Gejala Kanker Kulit yang Perlu Dikenali
Kanker kulit terjadi ketika sel kulit mengalami mutasi dan tumbuh secara tidak terkendali. Faktor utama pemicunya adalah paparan radiasi ultraviolet (UV), baik dari sinar matahari maupun lampu tanning bed. Jika dibiarkan, sel kanker bisa menyebar ke jaringan sekitar hingga organ lain.
Jenis kanker kulit yang paling sering dijumpai ialah karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Masing-masing memiliki tanda khas, namun secara umum ditandai dengan perubahan pada kulit, baik berupa tahi lalat, benjolan, bercak, maupun luka yang tidak sembuh-sembuh.
Tahi lalat yang mencurigakan bisa dikenali dengan prinsip ABCDE: Asymmetry (bentuk tidak beraturan), Border (tepi kasar), Color (warna bervariasi), Diameter (lebih dari 6 mm), dan Evolution (perubahan bentuk, ukuran, serta warna dalam waktu tertentu).
Selain itu, benjolan yang membesar cepat, bercak kulit bersisik yang terasa gatal, hingga luka yang tidak kunjung sembuh lebih dari 4 minggu juga patut dicurigai sebagai gejala kanker kulit. Luka tersebut seringkali mudah berdarah dan menimbulkan rasa nyeri.
Pilihan Pemeriksaan dan Pengobatan Kanker Kulit
Untuk memastikan kanker kulit, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Bila dicurigai adanya kelainan, pasien akan menjalani biopsi kulit guna mengidentifikasi jenis kanker yang diderita. Pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI, hingga biopsi kelenjar getah bening dilakukan untuk menentukan tingkat keparahan penyakit.
Penanganan kanker kulit terbagi menjadi dua, yakni operasi dan nonoperasi. Tindakan operasi dilakukan untuk mengangkat atau membunuh sel kanker melalui cryosurgery, operasi eksisi, maupun kauter.
Sementara itu, penanganan nonoperasi mencakup kemoterapi dan radioterapi, yang bertujuan mengecilkan serta menghentikan perkembangan sel kanker. Kedua metode ini dapat dilakukan bergantian atau bersamaan, tergantung kondisi pasien.
Deteksi dini menjadi kunci keberhasilan pengobatan. Semakin cepat kanker kulit dikenali dan ditangani, semakin besar peluang kesembuhan pasien. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila menemukan gejala mencurigakan pada kulit.
Kanker kulit bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga keselamatan jiwa. Edukasi mengenai gejalanya perlu terus disosialisasikan agar masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan kulit mereka.
Pencegahan dapat dilakukan dengan mengurangi paparan langsung sinar UV, menggunakan tabir surya, mengenakan pakaian pelindung, serta menghindari penggunaan tanning bed. Langkah sederhana ini bisa membantu mengurangi risiko kanker kulit.
Dengan pemahaman yang tepat, diharapkan masyarakat lebih sigap dalam mengenali perubahan pada kulit dan segera mencari pertolongan medis. Kewaspadaan sejak dini dapat menyelamatkan banyak nyawa dari ancaman kanker kulit.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v